MENJUAL SISIR PADA BIKSU

Diposting oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 15 April 2012, 05.36 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru. Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan.  Dalam beberapa hari saja, hampir seratus orang yang datang melamar.
Dari seratus orang yang diwawancara dan ditest, tersisa hanya tiga orang yang masuk kualifikasi. Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir. Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas : "Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu." Setelah 10 hari, merekapun masing-masing memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak sisir yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab: " Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda, dan dia membeli sisir itu, untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
Si pewawancara bertanya, "Bagaimana caranya anda menjual?"
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?" Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab: "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1.000 buah sisir!"
'IBROH 'INDAL QISHOH
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil:
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan. Lihatlah teka-teki hurup dan angka di bawah ini:
If
A B C D ... W X Y Z
is equal to
1 2 3 4 ... 23 24 25 26
Then
H+A+R+D+W+O+R+K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
K+N+O+W+L+E+D+G+E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
L+O+V+E
12+15+22+5 = 54%
L+U+C+K
12+21+3+11 = 47%
(some people think this is the most important??!)
Then what makes 100%??
Is it Money? ... NO!!
M+O+N+E+Y
13+15+14+5+25 = 72%
Is it Leadership? ... NO!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%
How about ATTITUDE?
ATTITUDE
A+T+T+I+T+U+D+E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100% ... YES!!
It is OUR ATTITUDE towards Life and Work that makes OUR Life 100%.
Change Your Attitude and You Change Your Life!!
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial (silaturrahmi) dan adaptasi, itulah yang disebut dengan SIKAP HIDUP. Dalam istilah Islam, itulah yang disebut dengan AKHLAK. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah. Dalai Lama biasa berkata: "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan? Karena harapan adalah hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." - Meredith Grey
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses!"
Ingatlah, pahlawan-pahlawan besar dan orang-orang hebat ternama di berbagai belahan dunia dan di berbagai bidang kehidupan, adalah mereka yang dihadapkan kepada kondisi dan suasana sulit dan sempit, tapi mereka tetap sabar dan tegar menjalaninya, dan bermotivasi besar untuk menyelesaikannya. Pepatah terkenal menyebutkan, "Succes is law not luck. Success is our right. Menjadi sukses adalah hak setiap orang. Menjadi Pecundang atau Pemenang adalah pilihan fikiran. Begitu pilihan ditetapkan, maka semesta akan menjawab dan menghantarkan".
Sumber: Motivasi.net

1 komentar:

  1. Semoga terinspirasi, tersenyumlah dan tetap semangat menjalani hidup...bergerak dan terus berusaha, jalani proses dan nikmatilah....

    BalasHapus