Jumat, 09 April 2010

Pay it forward....

Spiritual is universal. Kebaikan, keindahan, cinta dan kasih sayang, kebersamaan, persahabatan dan beragam kebaikan yang ada dan diterima, merupakan nilai-nilai spiritual global yang Allah turunkan ke seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali. Salah satunya adalah kisah kebaikan di bawah ini. Walaupun sudah banyak dimuat di berbagai media online, tak ada salahnya untuk diceritakan kembali. Semoga terinspirasi.....
Kisah ini bercerita tentang seorang anak umur 8 tahun bernama Trevor yang berpikir, jika dia melakukan kebaikan kepada 3 orang disekitarnya kemudian ke-3 orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan hal yang sama ke-3 orang lainnya dst, maka dia yakin suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD".
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa 3 orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah :
- mamanya sendiri (yang menjadi single parent)
- seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan
- seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaan pun dimulai.
Trevor melihat bahwa mamanya sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa dan telah menjadi pecandu minuman keras.
Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka.
Dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu.
Saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya, “PAY IT FORWARD, MOM!”
Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor).
Hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa. Kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu. Saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan, ”PAY IT FORWARD, MOM!”
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek.
Ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan, “PAY IT FORWARD, SON!”
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan.
Ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini dan si pemuda berpesan kepada Ayah gadis itu, “PAY IT FORWARD, SIR!”
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan meminjamkan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput sebuah acara.
Saat si wartawan berterima kasih dan ayah si gadis berpesan, “PAY IT FORWARD, SIR!”
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tahu dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut.
Jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur dan mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut berasal.  Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di TV agar banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini.
Saat kesempatan untuk tampil di TV terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DI SEKITAR MEREKA, agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya, yang selalu diganggu oleh para berandalan.
Selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama, melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor.
Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.
Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu), dan lihatlah keajaiban apa yang terjadi. Selamat berbuat baik....
Sumber: Motivasi.online.net
Pengumuman
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Tarbiyatun Nisaa Bogor, Sekolah berbasis karakter, kesadaran Lingkungan dan Akhlak Islami. Membuka kembali pendaftaran siswa/siswi baru T.A. 2010/2011, untuk tingkat: RA/TKQ-SDIT-SMP-TKQ/TPQ. Dibuka sejak bulan Maret s/d Juni 2010. Dan menerima pendaftaran mahasiswi baru program 1 tahun terampil LPPGTKQ (Lembaga Pengembangan Profesi Guru TK. Al Qur'an). Dibuka sejak Maret s/d April 2010, Kuliah dimulai Bulan Mei 2010.

2 komentar:

  1. Sebuah kisah inspiratif, cerdas dan mencerahkan. Ternyata, nilai-nilai kebaikan adalah sesuatu yang bersifat universal. Kasih sayang, cinta kasih, kebersamaan, pengorbanan, kesetiakawanan dan lainnya, adalah cermin betapa Allah tanamkan kebaikan itu ke semua makhluk Nya tanpa terkecuali.

    BalasHapus
  2. Bener lur, kisah yang sangat inspiratif. Si Trevor mah cerdas, ngajakan mulai ti sorangan.

    Lur, mun nempelkeun banner, ukuranna saruakeun jeung anu mimiti. Copikeun we, trus ganti alamat blog jeung sumber image-na. Ambeh katingali alus

    BalasHapus