Sabtu, 30 April 2011

Kisah Delapan Dirham

Walaupun mungkin sudah banyak postingan sejenis, namun tak ada salah salahnya untuk dimunculkan, sebagai bentuk apresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi kita semua. Untuk selalu berbuat baik, kapanpun, di manapun, apapun dan berapapun. Inilah salah satu kisah keteladanan Rasulullah SAW dari banyak keteladanan beliau sebagai Uswatun Hasanah bagi umat manusia sepanjang zaman.

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru.

Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya.

Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah."

Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."

Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."

THE MIRACLE OF GIVING
(KEAJAIBAN SHADAQOH)


Perbanyaklah sedekah karena di dalamnya terdapat khasiat
  • Menyembuhkan berbagai penyakit.
  • Melapangkan rejeki
  • Menjauhkan dari segala macam kesulitan & masalah.
  • Diselamatkan dari segala keburukan.
  • Menenangkan hati & jiwa

]
“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan, kecuali akan terus bertambah dan bertambah” (HR. At-Tarmidzi)

"Siapakah orangnya yang mau memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas) supaya Allah melipat-gandakan balasannya? Dan (selain itu) ia akan beroleh pahala yang besar" (QS. Al-Hadiid 57:11)

".... dan sesiapa yang di sempitkan rezekinya, maka hendaklah ia memberi nafkah dari apa yang diberikan Allah kepadanya (sekadar yang mampu); Allah tidak memberati seseorang melainkan (sekadar kemampuan) yang diberikan Allah kepadanya. (Orang-orang yang dalam kesempitan hendaklah ingat bahawa) Allah akan memberikan kesenangan sesudah berlakunya kesusahan ". (QS. At-Thalaaq : 7 )

"Siapakah orangnya yang (mau) memberikan pinjaman kepada Allah sebagai pinjaman yang baik (yang ikhlas) supaya Allah melipatgandakan balasannya dengan berganda-ganda banyaknya? Dan (ingatlah), Allah jualah Yang menyempit dan Yang meluaskan (pemberian rezeki) dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan. " (QS. Al-Baqarah : 245)

" Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebahagian dari apa yang kamu sayangi. Dan sesuatu apa jua yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Al Imran 3 : 92)

"(Ingatlah), kamu ini adalah orang-orang yang bertabiat demikian - kamu diseru supaya menderma dan membelanjakan sedikit dari harta benda kamu pada jalan Allah, maka ada di antara kamu yang berlaku bakhil, padahal sesiapa yang berlaku bakhil maka sesungguhnya ia hanyalah berlaku bakhil kepada dirinya sendiri. Dan (ingatlah) Allah Maha kaya (tidak berhajat kepada sesuatupun), sedang kamu semua orang-orang miskin (yang sentiasa berhajat kepadaNya dalam segala hal). Dan jika kamu berpaling (daripada beriman, bertaqwa dan berderma) Ia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain; setelah itu mereka tidak akan berkeadaan seperti kamu. " (QS. Al Muhammad 47:38)

“Dan Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya, selama ia mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah memberikan kelebihan kepada hamba-hamba-Nya yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang (yang tidak mampu), mereka datang kepadanya dengan menyampaikan kebutuhannya. Mereka itulah yang akan selamat dari siksa Allah“ (HR. Thabroni dari Ibnu Umar)

“Sesungguhnya Allah memiliki kaum yang Dia khususkan mendapat banyak nikmat untuk berbagi dengan hamba Allah lainnya. Allah akan mengekalkan dan menambah nikmat-nikmat tersebut untuk mereka selagi mereka mendermakannya. Apabila mereka tidak mau mendermakannya, maka Allah mencabut nikmat tersebut dari tangan mereka, lalu Allah pindahkan kepada selain mereka“ (HR. Ibn Abiddunya dari Ibn ‘Umar)

Referensi: Dari berbagai sumber
Stop Press
Innaa Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji'un.
Keluarga besar Yayasan Wakaf Tarbiyatun Nisaa Bogor, menyampaikan ucapan bela sungkawa,  atas wafatnya Ibu H. Maznah bin Tani, Mertua dari Ibu Ita Anwari, salah seorang donatur tetap pada Yayasan kami. Teriring doa, semoga, Iman, Islam dan amal kebaikannya diterima  dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan, diberikan keikhlasan dan kesabaran. Amin Ya Rabbal 'Alamin ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar