Kamis, 11 Agustus 2011

Indahnya Kebersamaan, Kasih Sayang dan Keikhlasan

Sepenggal dari peristiwa Perang Yarmuk
Tentang kisah kebersamaan, 

kasih sayang dan keikhlasan


Sejarah mencatat, dalam waktu relatif singkat 23 tahun lamanya, Rasulullah SAW berhasil melahirkan orang-orang yang mulia, terhormat, disegani dan dikenang sepanjang sejarah manusia. Tidak hanya puluhan, ratusan, bahkan ribuan manusia-manusia mulia dilahirkan pada masanya.  Tidak hanya di saat damai, bahkan di saat-saat peperanganpun, kemuliaan akhlak terpancar indah dari setiap sahabat.  

Salah satu kisah menarik dari beragam kisah kemuliaan para sahabat, adalah saat peristiwa Perang Yarmuk, antara pasukan Muslim melawan Pasukan Romawi. Walau sudah banyak postingan yang sejenis, namun tidak ada salahnya, kisah ini diangkat kembali, sebagai 'Ibroh (nasihat) bagi kita semua, tentang saling menjaga kasih sayang, kebersamaan dan keikhlasan.

Setelah perang selesai di medan Yarmuk dan dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin, tergeletak beberapa pejuang Islam, sahabat Rasulullah saw dengan badan penuh luka. Mereka adalah Ikrimah bin Abi Jahal, di sekujur tubuhnya tidak kurang ada 70 luka, Al Harits bin Hisyam (paman Ikrimah) dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah (dalam riwayat lain Suhail bin ‘Amru).

Saat ketiganya sedang dalam keadaan kritis berbalut letih, lemah, dan kehausan serta dalam keadaan kritis, datanglah seorang yang mau memberikan air kepada salah seorang di antara mereka yang sedang kepayahan.

Ketika air akan diberikan kepada Al Harits dan hendak diminumnya, dia melihat Ikrimah yang sedang kehausan dan sangat membutuhkan, maka dia berkata, “Bawa air ini kepadanya!”.

Air beralih ke Ikrimah putra Abu Jahal, ketika dia hendak meneguknya, dilihatnya Ayyasy menatapnya dengan pandangan ingin minum, maka dia berkata, “Berikan ini kepadanya!”.

Air beralih lagi kepada Ayyasy, belum sempat air diminum, dia sudah keburu syahid. Maka orang yang membawa air bergegas kembali kepada kedua orang yang membutuhkan air minum, akan tetapi ketika ditemui keduanya juga sudah syahid.

Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: “Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” 
Begitulah keadaan mereka, sehingga tidak seorangpun di antara mereka yang meminum air tersebut, akhirnya mereka semua mati syahid terhormat. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga.

Subhanallah, sungguh sebuah kisah luar biasa yang dipertontonkan para sahabat Rasulullah SAW, hingga dicatat dalam sejarah sebagai kisah-kisah penuh inspirasi kemanusiaan.  Kalau dibanding dengan semangat jihad, perjuangan, penderitaan, kesungguhan, keikhlasan, kerelaan dan berkorban mereka, mungkin keislaman dan keimanan kita masih jauh dan belumlah seberapa.  Semoga terinspirasi.
Referensi : Dari berbagai sumber online
Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1432 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....

1 komentar:

  1. Subhanallah, sungguh mulia manusia-manusia hasil pendidikan Rasulullah SAW, sehingga tercatat indah dalam sejarah. Sepertinya kita merasa malu, belumlah seberapa Keimanan dan Keislaman kami dibanding mereka, yang rela berjuang, sungguh-sungguh, rela dan ikhlas dalam membela agama Allah SWT.

    BalasHapus