KEISTIMEWAAN SEPERTIGA AKHIR RAMADHAN

Diposting oleh Tarbiyatun Nisaa - Jumat, 17 Juni 2016, 11.23 Kategori: - Komentar: 1 komentar

SAAT-SAAT ISTIMEWA
tidak terasa, Ramadhan sebentar lagi akan segera berakhir. Bulan yang menjadi momentum paling indah dan sempurna bagi kaum muslimin  untuk mencari ridho, ampunan dan berkah  Allah SWT. Bulan bagi orang-orang beriman selalu menjadi ladang amal yang amat berlimpah dan ladang pengampunan dosa yang sangat terbuka.
Menurut para ahli, bulan Ramadhan dibagi kedalam tiga fase. Fase pertama atau sepuluh hari pertama  adalah fase rahmat, kedua  fase maghfirah, dan sepuluh hari terakhir atau fase ketiga adalah pembebasan dari api neraka ('ifqum minannaar).

Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang keadaan Rasulullah  Muhammad SAW saat  memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan,
“Beliau jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan menbangunkan keluarganya.”

Mengapa sepertiga bulan terakhir menjadi sangat istimewa  dan mendapat perhatian utama dari Rasulullah SAW? Paling tidak ada dua sebab hal utama, antara lain:
Pertama, sepuluh hari terakhir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, dan amal perbuatan manusia itu tergantung pada akhirnya/penutupannya. Seperti doa Rasulullah SAW.

“Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana aku berjumpa dengan-Mu kelak.”

Yang terpenting dari manusia adalah mengakhiri hidupnya, atau perbuatannya di dalam kebaikan iman dan islam atau husnul khotimah, sebab ada orang yang selama hidupnya berjejak pada kebaikan Iman dan Islam,  namun memilih untuk mengakhiri hidupnya dalam keburukan atau su'ul khotimah (keluar dari Iman dan Islam).

Kedua, adanya peristiwa lailatul qadr di sepertiga malam terakhir sebagaimana firman Allah S.W.T.

Apa itu Lailatul Qodar? Secara generik bahasa, Lailatul Qodar terdiri dari 2 kata, Lailatul artinya suatu malam dan Qodar memiliki berberapa arti diantaranya kepastian, hitungan, terukur, rasional, sistematis dan harmonis. Seperti firman Allah SWT: Wa Khalaqna Kulla Syaiin biqodarin, “kami ciptakan segala sesuatu dengan qadar, artinya terukur, rasional, penuh perhitungan, sistematis dan harmonis”. Sehingga dari keqodarannya ciptaan Allah, manusia bisa menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai dengan sekarang.


Dengan demikian, arti Lailatul Qodar secara bahasa bermakna, malam yang penuh dengan kepastian, perhitungan, terukur, sistematis dan harmonis. Berdasar keterangan al Qur’an, Lailatul Qodar, seperti dijelaskan dalam QS. Al Qodar, nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun), para malaikat turun ke bumi bersama malaikat Jibril dengan izin Allah membawa kedamaian, ketenangan dan ketentraman, hingga terbit waktu fajar. Dalam ayat lain, lailatul qodar disebut juga dengan lailatul mubarokah, malam yang penuh dengan keberkahan.


Secara psiko-religi-spiritual, orang yang mendapatkan Lailatul Qodar, tentu saja setelah melewati proses pelatihan diri (self Training) melalui puasa, shalat malam, membaca dan memaknai al Qur’an, mengaji dan mengkaji, merenung disertai wirid, dzikir dan istighfar (kontemplasi dan meditasi), berarti orang yang telah tertanam di dalam hati, fikiran dan jiwanya keyakinan, kepastian dan perhitungan hidup, untuk apa diciptakan, apa yang harus dilakukan selama hidup di dunia dan hendak kemana akhir tujuan hidupnya.

Sehingga dalam menjalani hidup, orang tersebut akan lebih optimis, besar keyakinan, sabar, ikhlas dan tawakkal, tidak mudah putus asa dan menyerah, namun bertindak hati-hati, waspada, dan penuh perhitungan. Sehingga hidupnya akan berlimpah dengan keberkahan, kemurahan, kemudahan, kedamaian dan kebahagiaan. 

Mungkinkah kita termasuk golongan orang tersebut? Yaitu mereka yang telah menyerap dan menghimpun qadar Allah dalam dirinya, sehingga benar-benar merasakan hidup penuh dengan sensasi surgawi. Insya Allah, Anda dan kita semua bisa, mengapa tidak? Semoga kita senantiasa selalu berada dalam balutan rahmat, maghfirah dan berkah Allah SWT, dan yang paling penting, mengakhiri hidup dengan KHUSNUL KHOTIMAH. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Wallahu A'lam Bisshowwab....

Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1437 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Diberikan langsung ke tempat kami
c. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....

1 komentar:

  1. Allah SWT tidak akan pernah berhenti mengucurkan rahmat, hidayah, taufik dan berkah Nya, bagi hamba-hamba Nya yang terus menerus berusaha mengingat dan menjalankan syari'at Nya, dengan penuh keikhlasan, tawadhu' dan berserah diri. Semoga kitapun termasuk golongan mereka. Amienn...

    BalasHapus