HUMORIA KEMERDEKAAN

Diposting oleh Tarbiyatun Nisaa - Senin, 19 Agustus 2013, 06.30 Kategori: - Komentar: 1 komentar

SAAT UPACARA KEMERDEKAAN
Suatu pagi di sebuah lapangan desa, sedang berlangsung upacara.
Komandan: Kepada Inspektur upacara,  ‎​‎​Hormatttt Grakkkkkkk!!
Lapor!!! Upacara kenaikan bendera pada hari ini siap utk dilaksanakan,  Laporan Selesai!!!
Inspektur: Kembali ke tempat!!
Komandan: Di sini άĴâ pak!!
Inspektur: Kembali ke tempat!!
Komandan: Di sini άĴâ pak!!
Inspektur: grrr..grrrr….arrgghhh.....
Inspektur: Komandan upacara, kenapa anda tidak kembali ketempat ??!!
Komandan: Di sini άĴâ pak!! SOALNYA DIBELAKANG PANAS PAK!!!
DISINI KAN ENAK,,, ADEM.,,,
PANTESAN BAPAK BERDIRI NYA DARI TADI DISINI,,,,
‎​​​Inspektur: Ngekkkk....asmanya Kambuhh..........haaaddoooohhhhh!!!!





LOMBA NYANYI KEMERDEKAAN
Dalam kesempatan lomba nyanyi lagu Hari Kemerdekaan. Dengan semangat Cak Sakera mulai menyanyi:
“Enam belas Agustus tahun empat lima …”
Juri : “Bapak, salah itu… Ulangi !”
Cak Sakera mulai lagi:
“Enam belas Agustus tahun empat lima …”
Juri : “Masih salah … Ini kesempatan terakhir!”
Cak Sakera: “Saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu”
Akhirnya juri serius mendengarkan,
“Enam belas Agustus tahun empat lima… BESOKNYA hari Kemerdekaan kita …”
Juri: ???@@>>>!!@@##$$%%%.....


PEDAGANG YANG SUKSES
Sesaat setelah upacara bendera HUT RI, Bapak Presiden berkesempatan keliling ke sekitar Istana, yg kebetulan dipenuhi para pedagang.
Presidenpun menghampiri salah seorang ibu tua penjual kue.
Presiden : Sudah berapa lama ibu jualan kue?
Ibu : Sudah hampir 30 tahun, pak..
Presiden : Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?
Ibu : Anak saya ada 3, pak.. Yang ke-1 di KPK, yang ke-2 di POLDA yang ke-3 di DPR, jadi ya mereka sibuk sekali…
Bapak Presiden menggeleng2kan kepalanya karena kagum. Meskipun hanya sebagai penjual kue, tapi ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses.
Bapak Presiden : Apa jabatan anak ibu di POLDA, KPK DPR.?
Ibu : Sama.. jualan kue juga! Merdekaahhhhh…..

BERSYUKUR MERDEKA 17 AGUSTUS 1945
Kita hrs bersyukur merdeka tahun 45. Semangat 45 terdengar “gagah”.
Coba tahun ’69. Semangat 69 terdengar “menggagahi”
Kita bersyukur lagi, merdeka tgl 17 Agustus. Semua serba merah putih.
Coba 14 Februari, pasti serba fink merah jambu
Masih terus bersyukur, proklamator Republik Indonesia bernama Ahmad Soekarno.
Coba Kalo Ahmad Dhani, itu Republik Cinta.
Bersyukur jg merdeka 17/8/45. Burung Garuda jadi gagah. Coba 1/1/45, bulu sayap & ekornya cuma sehelai.
Bersyukur lg warna bendera kita Merah Putih. Coba warna Ungu, lagu kebangsaan berubah jadi Demi Waktu
KIta bersyukur dipimpin Presiden yg ngomongnya “Saya Prihatin”. Kalo Raja, dia bakal bilang “Jujurlah Padaku”
dan terakhir kali saya ingatkan, agar selalu bersyukur kita udah merdeka dari tahun 45.
Kalo baru 2013 sekarang, semboyannya pasti 13h1n3K4 tuN994L 1k4
DIRGAHAYU INDONESIA

PESAWAT DITEMBAKI MUSUH
Saat 17 Agustus-an seorang kakek bercerita tentang pengalamannya waktu ikut perang pada jaman doeloe.
Kakek: “Dulu Kakek ikut perang.. Waktu kakek dan teman-teman mo nyerang musuh pake pesawat,
ternyata di tengah perjalanan pesawat kakek ditembaki musuh sehingga pesawat itu hancur..
Semua yang ada dipesawat itu meninggal termasuk Pilotnya”, cerita kakek dengan bangga.
Cucu: Lhoh kok, kakek sekarang masih hidup..?”, kata Sang Cucu Heran.
Kakek menjawab dengan penuh kebanggaan: “Waktu itu Kakek ketinggalan pesawat..!!!”

1 komentar: