Rabu, 14 Juni 2017

SURAT PERPISAHAN RAMADHAN



SURAT PERPISAHAN 
RAMADHAN




Saudaraku,
sebentar lagi saya pulang…
Telah dua puluhan malam ramadhan bertamu, 

tetapi sering saya ditinggal sendirian.

Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Walaupun saya sering dikatakan istimewa, 

tetapi perlakuanmu kepadaku tidak luar biasa.
Oleh-olehku hampir tidak kau sentuh, Alqur’an cuma dibaca sepintas, 

kalah dengan up-date status smartphone serta tontonan.
Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Di bulan mulia ini sholatmu tidak lebih khusyu, 
kalah bersaing dengan ingatan bakal lebaran.
Tidak banyak kau minta ampunan, 
lantaran repot menumpuk harta untuk THR serta berbelanja Lebaran.


Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Malam serta siangmu tidak banyak digunakan berbuat kebajikan, 
kalah dengan bisnis yang tengah panen waktu Ramadhan.
Tidak juga banyak kau bersedekah, 
lantaran cemas tidak cukup buat mudik serta berlibur lebaran.
Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Tetapi,  saya seperti tamu yang tidak diinginkan.
Sampai sepertinya tidak bakal menyesal kau kutinggalkan.
Walau sebenarnya saya datang dengan kemuliaan,

semestinya tidak pulang dengan kesia-siaan.

 


Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Percayalah…
Saya pulang belum pasti bakal kembali datang
Hingga semestinya kau menyesal sudah menelantarkan.

Saudaraku, 
sebentar lagi saya pulang…
Saat ini masihlah ada sekian hari kita berbarengan,

tepatnya sepuluh malam paling akhir yang banyak didambakan.
Pada malam-malam ganjil di sepuluh malam paling akhir ini 





bakal ada malam yang tambah baik dari pada seribu bulan..
Yakni malam lailatul qadar.

Saudaraku, cari kemuliannya di malam-malam itu.
Memperbanyak taubat serta ampunan.
Saya tidak memberitahumu kapan tiba waktunya.
Hal semacam itu untuk menguji keimananmu pada Allah SWT semata.
Saudaraku, bersegeralah!
Janganlah ditunggu lagi kapan?

Saudaraku, bergegaslah! Jangan pernah kau bosan....


Saudaraku, mudah-mudahan kau selekasnya sadar
Sebelum saya benar-benar pulang dan menghilang,
Lantaran umurmu hanyalah narasi singkat

yang bakal dipertanggungjawabkan begitu  panjang.


Bumi Allah, Ramadhan 1438 H
Saudaramu,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar