TERUSLAH BERSHADAQOH, SELAGI SEMPAT DAN KUAT

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 15 Januari 2017, 05.56 Kategori: - Komentar: 0 komentar

KISAH INSPIRATIF 
DAHSYATNYA INFAQ SHODAQOH


Alkisah, ada seorang pemuda mengumpulkan harta yang banyak untuk bersedekah sembunyi-sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam setahun. Sesudah uang terkumpul, ia pergi keluar rumah pada malam hari. Dilihatnya ada seorang wanita tidur di jalanan. “Wah, ini orang susah,” begitu kira-kira ia berpikir. Sambil menutup wajahnya, agar tidak diketahui, ia memberikan bungkusan uang itu dan iapun lari, supaya tidak dikenali.

Pada Pagi harinya, di kampung itu ribut, ada seoranng pelacur mendapatkan bungkusan uang yang diberikan oleh orang tak dikenal. Orang itupun berguman, “Subhanallah!! Salah beri, aku kira dia wanita susah, ternyata pelacur.” “Ya Rabb, setahun kukumpulkan uang untuk dapat pahala sedekah yang sembunyi-sembunyi, ternyata uangku hanya untuk pelacur"..........  Tapi ia tidak putus asa, Dikumpulkannya lagi sekian ribu dinar.

Kali ini ia tidak mau tertipu. Pada suatu malam, kembali ia beraksi. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang duduk diam termangu di suatu tempat yang gelap. “Ini pasti orang yang susah,” gumamnya. Dilemparkannya bungkusan uang sedekah itu, lalu iapun bergegas lari.

Pada pagi harinya terdengar kabar gempar. Si laki-laki yang dikenal sebagai pencuri kawakan mendapatkan sebungkus uang. Padahal malam itu, ia sebenarnya  tengah menyusun strategi sendirian untuk mencuri. Nyatanya,  belum sempat melakukan aksinya, malah ia mendapatkan uang dengan jumlah yang amat besar.

“Ya Rabb, dua tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi-sembunyi. Tahun lalu yang dapat seorang pelacur. Eh, tahun ini seorang pencuri....."  Namun ia tetap tak putus asa. Ia kumpulkan lagi uang sedekah sampai setahun berikutnya. 

“Ya Rabb, ini yang terakhir. Kalau sedekah ini masih saja tidak tertuju kepada mustahiq, selesailah, Ya Rabb. Aku tidak mampu lagi....”

Pada waktu yang telah dipersiapkan, kembali ia melaksanakan niat baik untuk ketiga kalinya. Malam itu,  ia melihat seorang orang tua tengah tertatih-tatih. “Wah, ini orang yang pasti berhak atas sedekahku, malam malam begini orang tua ini jalan dengan tongkat. Pasti dia orang susah,”  katanya dalam hati. Dilemparkan uang itu, seraya berkata, ”Wahai Pak Tua, ini untukmu.....” Dan ia pun pergi dengan cepat sambil menutupi wajahnya.

Pagi harinya terjadi kegemparan lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya. orang tua renta yang dikenal paling kaya dan paling kikir di kampung itu mendapat uang ”kaget”  semalam.

Mendengar kabar itu, si pelaku sedekah sembunyi-sembunyi ini berkata “Ya Rabb, yang pertama pelacur, yang kedua pencuri dan yang ketiga orang tua paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb, apa arti perbuatanku ini?"  Ia pun memilih diam, seraya mengikhlaskan apa yang telah dilakukannya.

Waktu berjalan, hingga sekian tahun kemudian. 20 tahun kemudian. Allah SWT membuka rahasia perbuatan orang tersebut, dengan tersampaikannya kabar kepadanya tentang dua orang bersaudara yang menjadi ulama besar. Murid kedua orang alim itu mencapai puluhan ribu orang, dan si pelaku sedekah puluhan tahun yang lalu, termasuk orang yang ikut mengaji dengan ke dua ulama adik kakak itu. Setelah diselidiki, ternyata dua ulama bersaudara itu adalah anak seorang pelacur yang dulu pernah diberinya sedekah secara sembunyi-sembunyi itu.

Si perempuan ini melacur untuk menafkahi anaknya. Ketika mendapatkan sedekah kagetan itu, ia bertaubat dan menjadikan harta dadakan itu untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga menjadi alim dan menjadi ulama besar.

Air mata si pelaku sedekah pun mengalir. Ternyata, shadaqoh yang diberikannya puluhan tahun yang lalu,  tidak sia-sia. Allah jadikan balasan yang berlipat ganda dengan lahirnya dua ulama shalih bersaudara yang diikuti oleh puluhan ribu orang yang belajar kepada keduanya. Inilah balasan keikhlasan seseorang.

Tidak lama kemudian, ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat, yang diantar jenazahnya oleh ribuan orang. Siapa wali yang shalih itu? Ternyata, waliyullah itu dulunya adalah seorang pencuri kawakan  yang mendapatkan sedekah sembunyi-sembunyi dari dirinya.

Ketika hendak mencuri ia berdoa kepada Allah ”Ya Rabb, beri aku keluhuran dan kesempatan. Andaikan aku dapat rizqi malam ini aku akan taubat.” Tatkala ada yang melemparinya bungkusan uang itu, segeralah ia bertaubat sesuai dengan janjinya. Ia memperbaiki diri dari segala kesalahan yang diperbuatnya, beribadah dengan se tekun-tekunnya, beristiqamah dengan ucapan dan tindakannya, hingga Allah Ta’ala mengangkatnya menjadi orang yang shalih.

Si Fulan yang bersedekah itu amat terharu, dan ia berdoa. “Ya Rabb, tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orang tua yang paling kaya dan paling kikir dikampung kami ini?”

Ternyata ia mendengar kabar, orang itu telah wafat. Semenjak kejadian sedekah kaget itu dan sebelum wafatnya, si kikir tua itu pindah ke kampung lain dan berwasiat untuk memberikan seluruh hartanya bagi baitul maal dan penyantunan para anak yatim. Itu dilakukan oleh si orang tua yang kikir, setelah ia merasa malu dan merenung bahwa, kepada dia yang kaya dan kikir, masih ada yang menyedekahinya. Subhanallah........ (http://www.rumah-yatim-indonesia.org)


PENYESALAN 
TAK TERLUKISKAN


Al-Qur'an, merupakan kitab suci komplit, kebenarannya mutlak, pasti  dan tidak diragukan lagi. Sebagai rangkuman sekaligus meluruskan kitab-kitab suci yang telah Allah turunkan kepada para Nabi/Rasul sebelum Rasulullah  Muhammad SAW.   Di dalamnya menceritakan tentang peristiwa masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Menjelaskan secara detail nasib akhir yang akan dialami oleh orang yang beriman dan orang kafir. Antara penduduk surga dan penghuni neraka.  

Termasuk di dalamnya, gambaran rasa sesal tak terhingga dari orang-orang yang melalaikan dan menyia-nyiakan kesempatan untuk bershodaqoh dan beramal baik,  sehingga datang kematian kepadanya.   Mereka berangan,  seandainya diberi kesempatan hidup kembali, dirinya akan bersedekah dan menjadi orang shalih.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ


"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Ternyata, yang menarik dari ayat ini, adalah kata aku akan bershodaqoh, kenapa  dia tidak mengatakan, "Maka aku dapat melaksanakan umroh, haji, shalat atau puasa dan lain lain?"

Berkata para ulama, “tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...”

Perkara yang paling menyelamatkan orang di akhirat adalah iman. Dan sedekah adalah bukti kebenaran iman. Rasulullah SAW bersabda:

الصدقة برهان
“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim)


Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).”

Sedekah dapat membebaskan pelakunya dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda:


‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, 
di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

PAHALA YANG 
AKAN TERUS MENGALIR
Pahala sedekah yang dikeluarkan seseorang akan terus mengalir kepadanya, walau ia sudah berada di liang kuburnya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah pahala amalnya kecuali tiga perkara; salah satunya, shodaqoh jariyah.” (HR. Muslim)
Sedekah juga bisa menyelamatkan pelakunya dari jilatan api neraka. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabada,


اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Hindarkan dirimu dari neraka walaupun hanya dengan separoh butir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.” (Muttafaq 'alaih)

Sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya.

Sedekah yang dikeluarkan seseorang akan menaunginya di akhirat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di hari kiamat yang tidak ada naungan lain selain dari Allah di hari itu. Salah satunya adalah:


رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam hadits lain,
كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس
“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia.” (HR Ahmad dan Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Maka perbanyaklah bersedekah. Karena sedekah menjadi salah satu sebab utama yang bisa menyelamatkannya di akhirat. Dan, bersedekah-lah atas nama orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia ini, untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka. 

=====================================================
Yayasan Wakaf Tarbiyatun Nisaa, selalu  siap dan terbuka  menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 

a. Transfer melalui rekening bank
b. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi


Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan mengisi sisa-sisa hidup kita dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman, serta tak berhenti untuk terus menerus berbuat kebaikan.  Semoga amal kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan serta  mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....


0 komentar

Poskan Komentar