MERDEKA CERIA DI TARBIYATUN NISAA

Diposting oleh Tarbiyatun Nisaa - Sabtu, 20 Agustus 2016, 09.06 Kategori: - Komentar: 0 komentar

KEMERIAHAN TUJUH BELAS AGUSTUSAN

Sebagai ungkapan rasa syukur dan suka cita, hampir di seluruh pelosok Nusantara, peringatan Hari Kemerdekaan RI, dilakukan secara meriah. Tak terkecuali, siswa siswi RA/TKQ, SDIT, SMP AHSANA Tarbiyatun Nisaa pun tak mau ketinggalan menggelar acara yang sama.

Hiasan bendera, umbul-umbul dan pernak pernik  Merah Putih berjajar rapih dan gagah di hampir seluruh Jalan dan Komplek Sekolah Islam Terpadu Tarbiyatun Nisaa. 

Aneka macam lomba dipegelarkan, walau dari tahun ke tahun tidak berobah nampaknya, dari mulai balap kelereng, balap karung, lari sendal bakiak, masukin benang ke jarum, masukin paku ke botol,  tarik tambang, tinju bantal di atas air kali, sampai panjat pinang dan puncak  acara ditutup dengan Liwet Party.






Latihan Upacara




Aneka Lomba RA/TKQ





Aneka Lomba SDIT





Aneka Lomba SMP





Liwet Party








AGUSTUSAN;
SUDAHKAH KITA 
BENAR-BENAR MERDEKA?
Ochi Rosdian 

17 Agustus 1945
Tercatat dalam lembar sejarah
Tangan-tangan gagah menekan-mundur penjajah
Berakhirlah pertumpahan darah

Golok dan keris kembali bersarung
Bambu runcing lelah terjaga, terbenam dalam dekapan bumi
Khidmat berhymne pada janji kemerdekaan;
Proklamasi.

Agustusan, selanjutnya kami menyebut begitu
Dusun dan kota bersolek nuansa merah putih
Di tanah lapang, pasukan berbaris tunaikan pengabdian
Bendera berkibar
Nasionalisme berkobar

Agustusan, nyatanya sekedar seremonial
Masa keemasan lama memudar
Berkurang nilai sudah tentu turun harga
Di senayan, Tuan dan Nyonya berdasi sikut kanan-kiri berebut kursi
Di jalanan, tunas-tunas bangsa mencekik leher Vodka, larut dalam euforia gengsi
Di kala malam, pegadaian harga diri mengobral penawaran pada Si hidung belang
Katanya sih demi sepotong roti atau entah sebungkus nasi

Pertiwi ... maaf bila kami terlupa
Sudah berapa lama Indonesia merdeka?
Kita tidak dijajah, nyatanya terjajah
Lawan! Bisikmu di keheningan
Bukan golok dan keris yang harus kau hunus
Penjajah menyusup lewat pemikiran
Bebaskan jiwa dari belenggu pembodohan
Itulah musuh nyata bagimu, Negeri.
Salam merah putih. Merdeka!

Bandung, 14 Agustus 2014

0 komentar

Posting Komentar