SIAPAKAH IBLIS ITU?

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 25 Januari 2015, 04.21 Kategori: - Komentar: 11 komentar

Walaupun mungkin sudah banyak postingan sejenis, namun tidak ada salahnya, tulisan ini diangkat kembali. Sebagai 'ibrah pengingat dan penambah kesadaran bagi kita semua. Ternyata, Iblis atau Syaithan adalah benar-benar musuh manusia abadi sepanjang masa. Dia tidak akan pernah berhenti menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan kebenaran, sepanjang masa sampai hari kiamat tiba.

Inilah kisah selengkapnya
Ketika kami (para sahabat Rasul) sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Teman-teman Iblis
Nabi lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jum'at”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak, tidak.. ..tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "
"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "
"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Anak buah Iblis
“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak–anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta–wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia, sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Bila tidak dikencingi, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama, hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
“Mereka, anak–anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar–benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata–kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak–anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, THALAQ atau CERAI.

Yang Disenangi Iblis
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”

Permintaan Iblis
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra:64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
========================================================================
Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tersebut, sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.


Referensi: Dari berbagai sumber

Selengkapnya »»»

SMP AHSANA TARBIYATUN NISAA

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Kamis, 22 Januari 2015, 10.09 Kategori: - Komentar: 0 komentar

SELAMAT DATANG DI
SMP AHSANA 
TARBIYATUN NISAA BOGOR
Full Day And Boarding School 
TERAKREDITASI B
(SK BAP-S/M Nomor: 02.00/311/BAP-SM/SK/X/2014)


Ciri pendidikan berhasil bila mampu mensinergikan antara ranah kognitif, apektif dan psikomotorik secara konsisten, selaras dan seimbang, hingga melahirkan para lulusan yang berakhlakul karimah, rajin ibadah dan menjadi pembelajar sejati: cinta ilmu, gemar membaca, senang menulis, kreatif, produktif, bersikap terbuka, mandiri, memiliki integritas (berkarakter dan berkepribadian)  dan berorientasi prestatif. Dan SMP AHSANA Full Day & Boarding School Tarbiyatun Nisaa Bogor adalah salah satu lembaga pendidikan yang didirikan dan diarahkan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Sesuai dengan nama AHSANA yang mengandung arti Terbaik, Terindah, Terbagus, Terapih, kami berusaha untuk mewujudkan nilai-nilai baik tersebut dalam melayani, mengelola dan mengembangan siswa-siswi kami agar menjadi generasi terbaik di zamannya nanti. Insya Allah.


V I S I

Menjadi sentral pendidikan yang melahirkan kader pemimpin 
dan intelektual muslim yang Qurani

M I S I

1.  Melahirkan pribadi-pribadi muslim yang utuh (kaffah), beriman dan bertaqwa, berilmu amaliah, beramal ilmiah, mampu dan terampil mengembangkan, menyebarluaskan dan melestarikan ajaran Islam dalam rangka menunaikan kewajiban iqomatuddin untuk umat, bangsa dan negara.

2.   Menjadi lembaga pendidikan berpredikat unggulan  


T U J U A N

Menghasilkan sumber daya manusia yang amanah, sehat, beraqidah, berakhlaqul karimah, berwawasan luas, berjiwa besar dan bercita-cita tinggi     

TARGET SISWA/SANTRI

  1. Memiliki Akidah yang kuat
  2. Memiliki akhlaq al karimah
  3. Memiliki disiplin tinggi
  4. Hafal Al Quran tiga Juz
  5. Membiasakan shalat fardu lima waktu dan shalat rawatib
  6. Selalu berpenampilan bersih dan indah
  7. Gemar membaca
  8. Memiliki keterampilan belajar sepanjang hayat
  9. Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah





Daily Activities

(Kegiatan Harian)
03-30 –  04.30                     Bangun, Shalat Tahajud
04.30  –  05.45                     Shalat dan Pengajian  Shubuh
05.45  –  06.30                     Piket dan Mandi Pagi
06.30  –  07.00                     Makan Pagi
07.00  –  12.00                     Shalat Dhuha, Belajar di Kelas
12.00  –  13.00                     Shalat Dhuhur & Makan Siang
13.00  –  15.00                     Belajar di Kelas (Pengayaan)
15.00  –  16.00                     Shalat Ashar
16.00  –  17.00                     Olahraga dan Makan Sore
17.00  –  17.30                     Mandi Sore
17.30  –  18.00                     Persiapan Shalat Magrib
18.00  –  19.30                     Shalat Magrib dan Pengajian
19.30  –  20.00                     Shalat Isya
20.00  –  21.00                     Belajar Malam
21.00  -   03.30                     Istirahat Malam
Catatan: Untuk Full Day School belajar  s/d 16.00 Wib


Enrichment Programs
(Program Pengayaan)
  1. Kelas Bahasa (Arab dan Inggris)
  2. Kelas Jurnalistik dan Penelitian
  3. Musikalitas
  4. Latihan Ceramah/Pidato
  5. Tanam menanam
  6. Seni Marawis
  7. Pramuka
  8. Murottal
  9. Pencak Silat Tapak Suci
  10. Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK)
  11. Program Sosial Kemasyarakatan

PENDAFTARAN
Gelombang I   :  Februari s/d April 2015 MGelombang II :   Mei s/d Juni 2015 M


SYARAT PENDAFTARAN
1.      Membayar biaya pendaftaran (Formulir & Test)  Rp. 100.000,-
2.       PasFoto (3x4) 3 Lb (2X3) 2 lb
3.       Foto copy raport SD/MI
4.      Foto copy Akte Kelahiran

SELEKSI
Senin-Selasa, 20-21 April 2015 M
Senin-Selasa, 15-16 Juni 2015 M
Pukul 09.00 s/d 13.00 Wib. Bertempat di Kampus Tarbiyatun Nisaa Bogor.
a.       Kelengkapan berkas
b.       Test Akademik (Bhs. Indonesia, Matematika)
c.       Membaca Al Qur’an dan Praktek ibadah
d.       Interview

PENGUMUMAN KELULUSAN
Gelombang I   : Sabtu, 25 April  2015 M
Gelombang II : Sabtu, 17  Juni 2015 M
Pukul 09.00 Wib s/d selesai. 

Informasi kelulusan bisa dilihat Iangsung di SMP  Boarding School Tarbiyatun Nisaa Bogor 
atau melalui  Telp (0251) 7538128

LOKASI SEKOLAH
Kampus Tarbiyatun Nisaa,  Jl. Letkol Atang Sanjaya Km. 2 Ds. Bantarsari Kec. Rancabungur 
Kab. Bogor 16310 Jawa Barat Indonesia. Telp. (0251) 7538128 
e-mail: ywtn88@gmail.com, website:http://tarbiyatunnisaa.blogspot.com


Catatan:
Untuk informasi lebih lengkap, bisa ditanyakan langsung di tempat pendaftaran.




Pengumuman
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Tarbiyatun Nisaa Bogor, Sekolah berbasis karakter, kesadaran Lingkungan dan Akhlak Islami. Membuka kembali pendaftaran siswa/siswi baru T.A. 2015/2016, untuk tingkat: RA/TKQ-SDIT-SMP-TKQ/TPQ. Dibuka sejak bulan Pebruari s/d Juni 2015. Dan menerima pendaftaran mahasiswi baru program 1 tahun terampil PGTKA (Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Al Qur'an. Pendaftaran dibuka s/d Awal Juni 2015, Kuliah dimulai Awal Juli 2015.
Selengkapnya »»»

SEARCHING & HUNTING SCHOOL

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Rabu, 21 Januari 2015, 05.52 Kategori: - Komentar: 2 komentar

Mendidik tidak bisa mendadak
dan Mendadak tidak bisa mendidik
- Bunca Ucu Sulastri, Kepala RA/TKQ Tarbiyatun Nisaa Bogor-
 
KEMANAKAH PUTERA PUTERI KITA HARUS SEKOLAH
MENJELANG akhir tahun ajaran dan memasuki tahun ajaran baru, sudah menjadi pemandangan yang rutin, para orangtua disibukkan oleh persiapan putera-puterinya menghadapi UASBN serta kesibukan memasukkan ke jenjang sekolah lanjutan, dari mulai tingkat SD, SMP, SMA, bahkan ke perguruan tinggi. Rasa was-was, khawatir dan “deg-degan”, terkadang menyelimuti perasaan orangtua, saat anaknya menghadapi UASBN.
Takut nilainya kurang, serta tak terlalu yakin dengan yang diberikan sekolah, apalagi yang gratisan, hingga tak sedikit yang dimasukkan ke BIMBEL (Bimbingan Belajar). Maka BIMBEL-pun menjadi tumbuh subur di mana-mana, dari kelas elit pusat kota sampai kelas alit pinggir desa. Dari hitungan transaksi bulanan, mingguan, harian bahkan jam-jamanpun tersedia. Pilihan begitu terbuka. Sebuah lahan bisnis jasa cukup “menggiurkan” yang berkembang pesat akhir-akhir ini.

Ragam dan Jenis Sekolah
Ternyata, kesibukan para orangtuapun belum berakhir, setelah hasil UASBN didapat, merekapun hunting (berburu) sekolah ke berbagai tempat, baik yang ke negeri maupun swasta. Semua dilakukan demi masa depan terbaik putera-puteri tercinta. Disamping sekolah negeri yang sudah lama dan baru ada, baik yang berstandar lokal regional, nasional maupun internasional, jenis-jenis sekolah swastapun kini muncul beraneka warna. Lengkap dengan segala tawaran keunggulan program dan fasilitas sarana, dengan berbagai sebutan dan istilah nama:
  1. Home Schooling (sekolah rumahan), biasanya berkembang di daerah perumahan dan lingkungan elit tertentu. Munculnya jenis sekolah ini, cermin dari sebagian masyarakat terdidik, yang tidak terlalu percaya lagi kepada lembaga sekolah. Kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah tanpa harus ke sekolah. Katagorinyapun kini mulai berkembang, individu, group dan komunitas. Suasana belajar lebih fleksibel, tidak terlalu banyak materi pelajaran, tidak ada seragam, bebas menentukan pelajaran, tidak terlalu banyak beban keuangan dan kalau mau ujian kelulusan, cukup diikutsertakan di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) terdekat.
  2. School of Universe (sekolah alam), yang sebenarnya adalah sekolah bernuansa kebun (Garden School). Landscap sekolah persis seperti kebun wisata, tempat belajar dibuat terbuka, antara sekolah dan lingkungan alam menyatu tak terpisahkan, tidak terlalu membutuhkan gedung bangunan formal, sekitar sekolah hijau, asri dan rindang, dipenuhi jenis pepohonan dan tanaman, sarana outbondpun lengkap disediakan. Anak dan guru memakai baju bebas, tidak ada penyeragaman.
  3. Boarding School (Sekolah diasramakan), istilah jadulnya pesantren, atau  Kobong College. 24 jam anak tinggal di lingkungan sekolah yang diasramakan, berikut dengan program khusus yang diterapkan. Ada yang dikelola oleh orang/lembaga dalam negeri sendiri, ada juga orang/lembaga asing luar negeri yang ikut meramaikan.
  4. Sekolah Berstandar Nasional (SBN), mulai diberlakukan di sebagian sekolah-sekolah negeri maupun swasta, dari mulai SD, SMP dan SMA. Konsepnya full day school, anak belajar mulai pukul 7 pagi sampai pukul 4 sore.
  5. Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Konsepnya full day school. Ciri utamanya, kegiatan belajar mengajar menggunakan pengantar Bahasa Inggris ditambah sistem e-learning berbasis internet. Bahasa Arab? Tidak terlalu diutamakan. Keluaran dari sekolah ini, diharapkan para muridnya lancar berbahasa inggris.
  6. bahkan ada yang tidak berbentuk sekolah, yaitu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), dengan program pembelajaran berbentuk PAKET: A (tingkat SD), B (tingkat SMP) dan C (tingkat SMA). Lebih longgar, murah dan fleksibel
  7. serta bentuk-bentuk sekolah lainnya.
Selengkapnya »»»

MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Jumat, 09 Januari 2015, 19.36 Kategori: - Komentar: 0 komentar

MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN

Walaupun agak telat, namun tidak ada salahnya, postingan tentang tahun baru ini direposting kembali. Karena, tahun baru masih hangat baru saja terjadi. Tahun Masehi, tahun Hijriyah ataupun Tahun Cina ataupun tahun-tahun lainnya, hakikatnya sama saja, yang berbeda hanya perspektif budaya dan identitas komunitas saja. Karena, semua sama, berbumi, bermatahari dan berbulan sama, berada di galaksi dan semesta yang sama. Walaupun ada perbedaan, hanyalah tipis saja.
Contohnya Tahun Masehi 1 tahun = 365 hari = 8760 jam = 525.600 menit dan = 31.536.000 detik.
Tahun Hijriyah 1 tahun = 348 hari = 8352 jam = 501.120 menit dan = 30.067.200 detik.


Bumi yang kita diami ini sudah tua. Bilangan angka tahun nya sebagai pertanda betapa bumi ini kian tahun dan kian abad semakin menua. Sejarah panjang bumi ini pun telah dilalui. Tidak hanya bilangan angka 2015 tahun saja bumi ini hidup, namun masa sebelum masehi bumi ini pun telah menjalani sejarah panjangnya yang telah berumur jutaan tahun. Kerusakan alam, bencana, dan rusaknya keseimbangan alam merupakan tanda bahwa bumi yang kita huni sudah tua dan suatu waktu tidak sanggup lagi menahan usianya yang tua itu. Dan kita manusia hidup hanya pada seper-sekian juta tahun usia bumi. Pada perbandingan usia manusia yang singkat itu, katakanlah usia manusia 80 tahun dan perbandingan usia bumi yang jutaan tahun kadangkala menimbulkan keraguan manusia akan kemungkinan berakhirnya kehidupan alam semesta ini. Namun lagi-lagi ini hanyalah dari perspektif pandang manusia, bagian yang kecil bila dibandingkan dengan bagian yang besar bahkan sangat besar, maka bagian yang kecil itu, seringkali tidak tampak karena tertutup oleh bagian yang besar.

Sepatutnya, dengan usia bumi yang semakin menua ini, menjadi titik berangkat akan sebuah bangun rancang kehidupan kita. Darimana asal muasal kita hidup, untuk apa kita hidup, dan kemana setelah kita hidup. Usia bumi tidak akan lama lagi, begitu pula penduduk yang menetap di dalamnya. Agar kehidupan yang kita laksanakan di hari ini menjadikan kita siap dalam segala-galanya. Siap dalam menjalani hidup saat ini agar hidup yang sementara ini bermakna pada aspek historisnya. Sehingga melakukan evaluasi dan introspeksi diri menjadi mutlak kita lakukan.

Saat ini merupakan tahun baru masehi, di awal tahun 2015. Hampir berdekatan pula dengan pergantian tahun 1436 H sebulan yang lalu. Bilangan angka tahun tersebut merupakan akumulasi dari proses sejarah yang menaunginya. Pada rentang waktu itulah berbagai macam pergulatan sejarah terjadi.

Sebuah kekhawatiran pun timbul. Pergantian tahun yang kita lakukan tiap tahunnya, jangan-jangan hanyalah sebuah pergantian bilangan angka tahun saja. Pergantian hanya terjadi pada sistem penanggalan, yang dulu 1435 H maka sekarang 1436 H, yang dulu 2014 maka sekarang 2015. Tentu jika kita memahami seperti itu, hampir dapat dipastikan pergantian tahun kapan itu kita kehilangan makna. Tidak ada titik refleksi di sana. Berlalu hanya sebagai penambahan 1 angka dari bilangan matematik.

Menarik mencermati perayaan tahun baru masehi. Dari tahun ke tahun tidak ada yang berubah. Praktis sama. Lihat saja, tahun baru selalu disimbolkan dengan perayaan-perayaan. Layaknya pergantian tahun, tahun baru sejatinya merupakan sebuah pergantian waktu yang sejatinya pun sama pula dengan pergantian waktu yang lain. Dalam setahun ada 12 bulan, dan itu artinya ada pergantian waktu tiap bulannya. Lalu dalam setahun ada 52 pekan itu artinya ada pergantian waktu dalam tiap pekannya. Lebih kecil lagi, dalam 1 tahun merupakan kumpulan kecil dari detik demi detik waktu yang terakumulasi menjadi bilangan  1 tahun.


Segala bentuk perayaan malam tahun baru kehilangan makna bila bentuk perayaannya justru menjadikan diri kita semakin terpuruk. Atau bahkan menjadi semakin mundur daripada keadaan sebelumnya. Pergantian malam tahun baru yang seringkali hanya sebuah bentuk perayaan euphoria belaka dan setelah esok harinya tidak memiliki semangat apa yang akan ia jalankan. Atau celakanya semangat yang membara itu hanya ada saat pergantian waktu malam tahun baru itu, bahagianya hanya saat itu. Tidak mempunyai efek terhadap aktivitasnya selama setahun kemudian. Praktis hanya suka cita yang semu, dan larut dalam gegap gempita pergantian angka tahun yang terjadi sekali setahun itu.

Di sini berarti perayaan yang terjadi hanyalah perayaan yang bersifat simbolistik belaka. Ya simbolistik yang lebih pada perubahan angka pada bilangan angka tahun itu. Padahal jika kita mau, kita dapat melakukan perayaan pergantian waktu itu tiap bulannya, tiap pekannya, tiap harinya, bahkan perayaan  tiap detiknya dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan segenap energi yang kita miliki. Saya kira itu lebih penting dari hal apapun dalam perspektif kita dalam memaknai waktu yang sesungguhnya. Perayaan yang saya maksud ialah perayaan atas tiap detik yang kita jalani menuju pematangan hidup dan kehidupan kita. Perayaan atas pergantian waktu yang terjadi sekali dalam setahun ini terlalu kecil untuk kita lakukan, karena sesungguhnya perayaan itu bisa sepanjang tahun bisa kita lakukan.

Secara teori mengatakan bahwa waktu sehari yang lalu yang telah kita lalui tidaklah sama dengan waktu saat dimana kita saat ini berada, kemarin telah berlalu, dan saat ini adalah waktu yang baru. Waktu yang sama sekali belum pernah kita berada di dalamnya. Sehingga disini mudah melogikakannya mengapa manusia yang dari bayi beranjak kanak-kanak, remaja, lalu dewasa, dan suatu ketika meninggal dunia. Itu karena setiap fase waktu yang telah ia miliki telah ia jalani hingga usia menggerus fisiknya hingga ia tidak sanggup lagi menjalani hidup ini yang ditandai dengan kematian.

Sehingga sebuah anggapan yang salah bila waktu yang saat ini kita berada itu adalah sama dengan waktu saat kemarin yang kita lalui. Waktu bila boleh dianalogikan dengan dua buah apel, katakanlah apel A dan apel B. Saat apel A dengan lahap kita makan maka yang tersisa adalah apel B. Apel B bukanlah apel A yang telah kita makan, namun apel lain yang masih tersisa, walaupun mungkin secara tampilan fisik tidak ada yang dapat membedakan kedua apel itu. Namun tetap kedua apel itu berbeda. Dari sini dapat kita pahami bahwa waktu yang dimiliki tiap manusia betul-betul merupakan aset. Dengan waktu yang ia miliki itulah ia dapat berbuat banyak hal demi kehidupannya yang lebih baik.

Nah di sinilah kita kembali harus menemukan kembali makna waktu itu. Waktu sesunggunya merupakan aset kehidupan. Waktu merupakan investasi yang bisa menjadikan manusia siapapun, dan membalikkan sejarah manusia. Tengok saja, para tokoh ataupun ilmuwan di masa lalu. Mereka pada mulanya bukanlah siapa-siapa, orang biasa. Namun, saat pemanfaatan waktu yang digunakan begitu ia maknai dengan sepenuh hidup dan jiwa raganya. Sehingga waktu yang ia jalani telah memberi warna pada sejarah hidupnya.

Sebagai makhluk yang dibekali akal, pergantian tahun harus memiliki makna yang lebih dari itu. Pergantian tahun haruslah dimaknai sebagai titik berangkat perubahan diri. Melakukan refleksi, evaluasi diri lalu selanjutnya lepas landas dan melakukan yang terbaik untuk kehidupan di masa yang akan datang. Tidak berdiam diri, stagnan, dan tertinggal dari perputaran roda zaman. Oleh karena itu, dalam konteks pergantian tahun, kapanpun itu, selama kehidupan di muka bumi belum berakhir, maka selama itu pula akan tetap ada pergantian waktu. Namun yang harus membedakannya haruslah dari pemaknaan kita terhadap tahun baru itu yang harus penuh makna.
Referensi: dari berbagai sumber online
Selengkapnya »»»

PELATIHAN DAI, IMAM DAN KHATIB

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Rabu, 31 Desember 2014, 11.42 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Dakwah merupakan bagian tak terpisah dari ajaran Islam. Oleh karenanya, Islam disebut sebagai agama dakwah. Dakwah secara genetis (bahasa) bermakna  mengajak, menyeru, menuntun, membina, membimbing dan memberi contoh atau tauladan.

Pengertian Dakwah
Dalam pengertian sosiologis integralistik dakwah merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang ditangani oleh para pengemban dakwah untuk mengubah sasaran dakwah agar bersedia masuk ke jalan Allah, dan secara bertahap menuju perikehidupan yang Islami. Dakwah itu adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar dan terencana.Usaha dakwah itu adalah untuk memperbaiki situasi yang lebih baik   dengan mengajak manusia untuk selalu ke jalan Allah SWT. Proses penyelengaraan itu adalah untuk mencapai tujuan yang  bahagia dan sejahtera, baik di dunia maupun akhirat.

 
 

Berbicara tentang dakwah adalah berbicara tentang komunikasi, karena komunikasi adalah kegiatan informatif, yakni agar orang lain mengerti, mengetahui dan kegiatan persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu faham atau keyakinan, melakukan suatu kegiatan atau perbuatan dan lain-lain. Keduanya (dakwah dan komunikasi)  merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan.   Akan tetapi komunikasi belum tentu dakwah, adapun yang membedakannya adalah terletak pada isi dan orientasi pada kegiatan dakwah dan kegiatan komunikasi. 



Islam menyebar dari daratan Arabia sampai Cordoba Eropa. Dari Asia sampai Australia. Demikian pula Islam berkembang subur di Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Dakwah sudah jadi kepribadian setiap muslim. Apapun profesinya, dimanapun dia berada, tugas dakwah merupakan bagian melekat dalam dirinya.




Tantangan Dakwah
Setiap zaman memiliki tantangan dan dinamika tersendiri. Demikian pula halnya dengan dakwah. Zaman Rasulullah SAW beserta para sahabat, tantangan terberat adalah mengenalkan Islam, Tauhid, Akidah dan Al Qur'an di tengah masyarakat Kafir Quraisy dan sekitarnya yang dipenuhi kemusyrikan, feodalisme dan penindasan.. Disiksa, dihina, diusir dan diperdaya, menjadi konskuensi tak terpisah dalam perjalanan dakwah generasi awal. Bahkan perangpun menjadi bagian yang mengisi peristiwa-peristiwa risalah sejarah dakwah. .



Tantangan Eksternal
Saat ini, tantangan Dakwah Islamiyah dihadapkan kepada dua tantangan besar, yaitu tantangan Eksternal dari luar Umat Islam dan Internal kalangan umat Islam sendiri.  Adapun tantangan internal dakwah zaman modern atau era gaul sekarang, ditandai dengan pesatnya perkembangan pengetahuan teknologi dan informasi, tentu saja memberikan tantangan sekaligus peluang.

Tantangan eksternal yang dihadapi umat Islam antara lain:

  1. Serangan berbagai cara yang dilakukan, baik halus sampai dengan kasar, terhadap ajaran dan umat Islam. Dari mulai pemikiran sampai peperangan.
  2. Serangan melalui media cetak maupun elektronik
  3. Stigma dan pencapan teroris ekstrimis yang terus menerus menyudutkan.
  4. Melalui Fashion (busana), Food (makanan) dan Fun (kesenangan)
Tantangan Internal
Adapun Tantangan Internal umat Islam yang muncul saat ini, antara lain:
  1. Makin merosotnya moral spiritual di kalangan remaja, dewasa dan orangtua
  2. Pergaulan bebas: free sex, free live, Peredaran Narkoba, kejahatan dll
  3. Hidup hedonis, komsumptif dan budaya permisifisme (cuek tak peduli)
  4. Makin marak dan berkembang suburnya aliran sesat di berbagai tempat
  5. Makin rendah dan menurunnya penghormatan terhadap sosok Kyai, Ustadz, Mualim atau para pegiat dakwah
  6. Mulai berkurangnya kader-kader da'i muda yang menjadi pelanjut estafeta dakwah Islamiyah di masa yang akan datang. 


Pelatihan Da'i, Imam dan Khatib Angkatan III
Itulah yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan Pelatihan Da'i, Imam dan Khatib oleh Yayasan Wakaf Tarbiyatun Nisaa, Angkatan III,  sebagai upaya penyelematan akidah islamiyah di kalangan umat Islam, teruttama untuk kalangan generasi muda, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kegiatan dilakukan selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 20-21 Desember 2014. Diikuti  50 orang peserta perwakilan dari pengurus Mesjid sekitar pesantren Tarbiyatun Nisaa.

Adapun pendanaan kegiatan ini murni berasal dari para donatur, simpatisan dan dermawan, yang selama ini selalu setia mendukung berbagai kegiatan pendidikan, sosial kemasyarakatan yang kami selenggarakan. Untuk itu, kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. H. MS. Ka'ban, M.Si
2. Prof. Dr. KH. Didin Hafidudin, M.S
3. Bapak H. Anas
4. Hj. Deswati Lubis
5. Dr. H. Gursida
6. Orangtua TK dan SDIT
7. H. Maman Daning
8. Hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya.

Mudah-mudahan segala bantuan dan pemberian yang telah disampaikan menjadi amal ibadah serta mendapatkan balasan yang setimpal. Amin Ya Rabbal 'Alamin ........:

Selengkapnya »»»