SELAMAT DATANG PESERTA LUAR BIASA

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Jumat, 05 Februari 2016, 04.28 Kategori: - Komentar: 0 komentar


Selengkapnya »»»

INFO SEMINAR SEHARI DAN ANEKA LOMBA

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Selasa, 02 Februari 2016, 11.30 Kategori: - Komentar: 0 komentar


TETAP SEMANGAT 
MENYELENGGARAKAN
Disamping Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang tak kalah penting dalam pendidikan  adalah ragam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan potensi, bakat dan kreasi siswa. SIT Tarbiyatun Nisaa Bogor, walaupun disibukkan dengan kegiatan rutin harin, namun tetap semangat  memfasilitasi itu semua dalam kegiatan GEBYAR AKBAR OPEN HOUSE Tahun 2016, berisi kegiatan SEMINAR SEHARI dan ANEKA LOMBA SISWA, tingkat RA/TK/TKI/TKQ/PAUD, SD-SDIT/MI dan SMP-SMPIT/TSANAWIYAH se Wilayah Bogor dan Sekitarnya. 

KEGIATAN LOMBA


SEMINAR SEHARI


Bagi yang berminat dipersilahkan untuk datang langsung ke sekolah kami atau via contact person yang sudah dicantumkan.

Selengkapnya »»»

GEBYAR AKBAR OPEN HOUSE 2016

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Sabtu, 30 Januari 2016, 05.33 Kategori: - Komentar: 0 komentar

GEBYAR AKBAR OPEN HOUSE
(APRESIASI   SENI, LOMBA  DAN  KREASI)
SIT (Sekolah Islam Terpadu)
TARBIYATUN NISAA BOGOR



“ BERSILATURRAHMI,  BERKREASI,  BERKOMPETISI,
REKATKAN  UKHUWAH  PENUH  SINERGI “
Menghadirkan Kegiatan Seminar Sehari 
dan Berbagai  Jenis   Kegiatan Lomba
Ahad-Senin,  07-08 Februari  2016

TINGKAT RA/TK/TKI/TKQ
1. Mewarnai
2. Puitisasi Al Qur’an

TINGKAT SD/MI/TPQ
1. Menggambar
2. Hafalan Doa Harian
3. Hafalan Surat Pendek & Ayat Pilihan
4. Pildacil
5. Puisi

TINGKAT SMP/TSANAWIYAH
1. Marawis
2. Stand Up Komedi

SEMINAR  SEHARI
Sangat dianjurkan untuk para praktisi pendidikan, Orangtua dan masyarakat umum pecinta dunia anak  dan pendidikan
Ahad,  07 Februari 2016
Pukul  09.00 s/d 12.00 Wib
“ Melihat Karakter Anak Melalui Bentuk Tulisan (Grafologi) ”
Bersama : Richad DS. Afandi, CCH, CHt, Master Hypnoterafis Nasional
Investasi Peserta   Rp  50.000,- (Snack dan Hand Out)




KEGIATAN LOMBA
Senin, 08 Februari  2016.  Mulai pukul 07.00 s/d Selesai
Dipusatkan di Komplek SIT Tarbiyatun Nisaa,
 Jl. Letkol Atang Senjaya Km. 2  Bantarsari Rc. Bungur Bogor  16310

WAKTU,  TEMPAT  PENDAFTARAN
Dibuka sejak hari ini  s/d 6 Februari   2016.
Setiap Hari Kerja Mulai Pukul 08.30  s/d  16.00 Wib

BIAYA PENDAFTARAN
 No Jenis Kegiatan                                 Biaya Pendaftaran            Katagori Lomba    
 1 Mewarnai                                               Rp     10.000,-                    Individu
 2 Puitisasi Al Qur’an                                  Rp     30.000,-                    Kelompok
 3 Menggambar                                          Rp     10.000,-                    Individu
 4 Hafalan Doa Harian                                Rp     10.000,-                    Individu
 5 Hafalan Surat2 Pendek dan Ayat Pilihan Rp     10.000,-                    Individu
 6 Pildacil                                                    Rp     10.000,-                    Individu
 7 Puisi                                                       Rp     10.000,-                     Individu
 8 Marawis                                                 Rp     30.000,-                     Kelompok
 9 Stand Up Komedi                                   Rp     30.000,-                    Kelompok

TROPHY/PIALA/HADIAH
Memperebutkan Piala Juara Umum Bergilir dan Berbagai Hadiah Menarik Lainnya.
Daftar bisa lewat Cp. Ibu Ucu Sulastri (081319003531-085711639060), Dwi Utami (085880364197-087870420197), Sumini (081514560570-085281469723),  Iman SM (081386931025). .

KRITERIA DAN PERSYARATAN  LOMBA

TINGKAT RA/TK/TKI/TKQ

1.  Mewarnai
  • Kertas Mewarnai disediakan panitia
  • Masing-masing membawa crayon/pensil warna sendiri (Titi 12 Warna)
2.  Puitisasi Al Qur’an
  •  Peserta 7 orang boleh putera puteri.
  •  Mempuisikan Terjamah Qs. Azzalzalah
  •  Peserta menggunakan pakaian muslim
TINGKAT SD/MI/TPQ
1.  Menggambar
  •  Kertas gambar disediakan panitia
  •  Masing-masing membawa alat gambar sendiri
  •  Boleh menggunakan crayon/pensil warna
2.  Hafalan Doa Hari
  • Doa Harian terdiri dari :  Akan/Sesudah makan, Masuk/Keluar WC, Masuk/Keluar Mesjid, Tidur/Bangun Tidur, Setelah Wudhu, Bepergian, Akan/Setelah Belajar, Kebaikan Ibu/Bapak, Keselamatan Dunia Akhirat.  
3. Surat Pendek dan Ayat Pilihan

  •   Surat Pendek terdiri dari : Surat Pilihan dari Mulai AL FATIHAH, JUZ ‘AMMA  (ATTAKATSUR   s/d AN NAAS)
  •   Ayat-ayat pilihan terdiri dari : AL BAQOROH : 284-286, AL MU’MINUN : 1-9, LUKMAN :         9-12,  AL ISRO’ : 23-24.

4.  Pildacil

  •  Menggunakan bahasa Indonesia
  •  Peserta boleh putera/puteri
  •  Menggunakan busana muslim
  •  Temanya tentang Kewajiban Mencari Ilmu, Akhlak, Berbuat Baik Kepada Orangtua, Judul Bebas
  •  Lama pidato masing-masing selama 7 menit.

5.  Puisi

  • Peserta boleh putera/puteri
  • Membaca Puisi Terlampir. Memilih salah satu judul : Doa Sehelai Daun Kering atau Teruntuk Sahabat
  • Menggunakan busana muslim

TINGKAT SMP/TSANAWIYAH
1.  Marawis

  • Peserta terdiri dari 6 orang atau lebih. Boleh putera/puteri
  • Menggunakan pakaian  muslim rapih dan sopan
  • 1 Lagu Wajib Marawis yang dilombakan adalah : SUFNA YUFNA 1 Lagu Pilihan Bebas.

2.  Stand Up Komedi

  •  Peserta terdiri dari 3 orang atau lebih. Boleh putera/puteri
  •  Menggunakan pakaian  muslim rapih dan sopan
  •  Tema dan Judul  Stand Up Komedi Bebas.

DEWAN JURI

Dewan Juri Lomba GEBYAR AKBAR DAN OPEN HOUSE, melibatkan berbagai aktifis  terdiri dari :
1. Para Praktisi Pendidikan dan Seni
2. Team Tartil Al Qur’an PGTKA Tarbiyatun Nisaa Bogor
3. Dosen PGTKA Terpadu Tarbiyatun Nisaa Bogor
4. Dibantu sepenuhnya oleh Mahasiswi PGTKQ Terpadu Tarbiyatun Nisaa Bogor
Selengkapnya »»»

MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Jumat, 01 Januari 2016, 06.15 Kategori: - Komentar: 0 komentar

MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN




Waktu terasa begitu cepat berlalu, setahun seperti baru saja kemarin kita lewati.  Tidak terasa, tahun 2015 baru saja berakhir, menyimpan kenangan  dengan ragam kisah, cerita, aktifitas, peristiwa dan lain sebagainya, dan mulai hari ini, kita memasuki tahun 2016, tentu saja dengan berbagai harapan, rancangan, program,  agenda dan berbagai rencana, agar di tahun ini lebih baik dan lebih baik lagi.

Tahun Masehi, Tahun Hijriyah, Tahun Cina ataupun tahun-tahun lainnya, hakikatnya sama saja, yang berbeda hanya perspektif budaya, keyakinan ideologi dan identitas komunitas saja. Kenapa? Karena kita hidup dalam ruang, waktu dan bentuk (3 Dimensi) yang sama, berbumi, bermatahari, berbintang dan berbulan sama, berada di galaksi dan semesta yang sama. Walaupun ada perbedaan, hanyalah tipis saja.
Contohnya Tahun Masehi 1 tahun = 365 hari = 8760 jam = 525.600 menit dan = 31.536.000 detik.
Tahun Hijriyah 1 tahun = 348 hari = 8352 jam = 501.120 menit dan = 30.067.200 detik.




Bumi yang kita diami ini sudah tua. Bilangan angka tahun nya sebagai pertanda betapa bumi ini kian tahun dan kian abad semakin menua. Sejarah panjang bumi ini pun telah dilalui. Tidak hanya bilangan angka 2016 tahun saja bumi ini hidup, namun masa sebelum masehi bumi ini pun telah menjalani sejarah panjangnya yang telah berumur jutaan tahun. Kerusakan alam, bencana, dan rusaknya keseimbangan alam, merupakan tanda bahwa bumi yang kita huni sudah tua dan suatu waktu tidak sanggup lagi menahan usianya yang tua itu. Dan kita manusia hidup hanya pada seper-sekian juta tahun usia bumi. Pada perbandingan usia manusia yang singkat itu, katakanlah usia manusia 80 tahun dan perbandingan usia bumi yang jutaan tahun kadangkala menimbulkan keraguan manusia, akan kemungkinan berakhirnya kehidupan alam semesta ini. Namun lagi-lagi ini hanyalah dari perspektif pandang manusia, bagian yang kecil bila dibandingkan dengan bagian yang besar bahkan sangat besar, maka bagian yang kecil itu, seringkali tidak tampak karena tertutup oleh bagian yang besar.



Sepatutnya, dengan usia bumi yang semakin menua ini, menjadi titik berangkat akan sebuah bangun rancang kehidupan kita. Darimana asal muasal kita hidup, untuk apa kita hidup, dan kemana setelah kita hidup. Usia bumi tidak akan lama lagi, begitu pula penduduk yang menetap di dalamnya. Agar kehidupan yang kita laksanakan di hari ini menjadikan kita siap dalam segala-galanya. Siap dalam menjalani hidup saat ini agar hidup yang sementara ini bermakna pada aspek historisnya. Sehingga melakukan evaluasi dan introspeksi diri menjadi mutlak kita lakukan.

Saat ini merupakan tahun baru masehi, di awal tahun 2016. Hampir berdekatan pula dengan pergantian tahun 1437 H tiga bulan  yang lalu. Bilangan angka tahun tersebut merupakan akumulasi dari proses sejarah yang menaunginya. Pada rentang waktu itulah berbagai macam pergulatan sejarah terjadi.

Sebuah kekhawatiran pun timbul. Pergantian tahun yang kita lakukan tiap tahunnya, jangan-jangan hanyalah sebuah pergantian bilangan angka tahun saja. Pergantian hanya terjadi pada sistem penanggalan, yang dulu 1436 H maka sekarang 1437 H, yang dulu 2015 maka sekarang 2016. Tentu jika kita memahami seperti itu, hampir dapat dipastikan pergantian tahun kapanpun itu kita kehilangan makna. Tidak ada titik refleksi di sana. Berlalu hanya sebagai penambahan 1 angka dari bilangan matematik.




Menarik mencermati perayaan tahun baru masehi. Dari tahun ke tahun tidak ada yang berubah. Praktis sama. Lihat saja, tahun baru selalu disimbolkan dengan perayaan-perayaan. Layaknya pergantian tahun, tahun baru sejatinya merupakan sebuah pergantian waktu yang sejatinya pun sama pula dengan pergantian waktu yang lain. Dalam setahun ada 12 bulan, dan itu artinya ada pergantian waktu tiap bulannya. Lalu dalam setahun ada 52 pekan itu artinya ada pergantian waktu dalam tiap pekannya. Lebih kecil lagi, dalam 1 tahun merupakan kumpulan kecil dari detik demi detik waktu yang terakumulasi menjadi bilangan  1 tahun.


Segala bentuk perayaan malam tahun baru kehilangan makna bila bentuk perayaannya justru menjadikan diri kita semakin terpuruk. Atau bahkan menjadi semakin mundur daripada keadaan sebelumnya. Pergantian malam tahun baru yang seringkali hanya sebuah bentuk perayaan euphoria belaka dan setelah esok harinya tidak memiliki semangat apa yang akan ia jalankan. Atau celakanya semangat yang membara itu hanya ada saat pergantian waktu malam tahun baru itu, bahagianya hanya saat itu. Tidak mempunyai efek terhadap aktivitasnya selama setahun kemudian. Praktis hanya suka cita yang semu, dan larut dalam gegap gempita pergantian angka tahun yang terjadi sekali setahun itu.

Di sini berarti perayaan yang terjadi hanyalah perayaan yang bersifat simbolistik belaka. Ya simbolistik yang lebih pada perubahan angka pada bilangan angka tahun itu. Padahal jika kita mau, kita dapat melakukan perayaan pergantian waktu itu tiap bulannya, tiap pekannya, tiap harinya, bahkan perayaan  tiap detiknya dengan memanfaatkan waktu yang ada,  dengan segenap energi yang kita miliki. Itulah yang lebih penting dari hal apapun dalam perspektif memaknai waktu yang sesungguhnya. Perayaan yang dimaksud ialah perayaan atas tiap detik yang kita jalani menuju pematangan hidup dan kehidupan kita. Perayaan atas pergantian waktu yang terjadi sekali dalam setahun ini terlalu kecil untuk kita lakukan, karena sesungguhnya perayaan itu bisa sepanjang tahun bisa kita lakukan.


Secara teori mengatakan, bahwa waktu sehari yang lalu yang telah kita lalui tidaklah sama dengan waktu saat di mana kita saat ini berada, kemarin telah berlalu, dan saat ini adalah waktu yang baru. Waktu yang sama sekali belum pernah kita berada di dalamnya. Sehingga di sini mudah melogikakannya mengapa manusia yang dari bayi beranjak kanak-kanak, remaja, lalu dewasa, dan suatu ketika meninggal dunia. Itu karena setiap fase waktu yang telah ia miliki telah ia jalani hingga usia menggerus fisiknya hingga ia tidak sanggup lagi menjalani hidup ini yang ditandai dengan kematian.

Sehingga sebuah anggapan yang salah bila waktu yang saat ini kita berada itu adalah sama dengan waktu saat kemarin yang kita lalui. Waktu bila boleh dianalogikan dengan dua buah apel, katakanlah apel A dan apel B. Saat apel A dengan lahap kita makan maka yang tersisa adalah apel B. Apel B bukanlah apel A yang telah kita makan, namun apel lain yang masih tersisa, walaupun mungkin secara tampilan fisik tidak ada yang dapat membedakan kedua apel itu. Namun tetap kedua apel itu berbeda. Dari sini dapat kita pahami bahwa waktu yang dimiliki tiap manusia betul-betul merupakan aset. Dengan waktu yang ia miliki itulah ia dapat berbuat banyak hal demi kehidupannya yang lebih baik.


Nah di sinilah kita kembali harus menemukan kembali makna waktu itu. Waktu sesunggunya merupakan aset kehidupan. Waktu merupakan investasi yang bisa menjadikan manusia siapapun, dan membalikkan sejarah manusia. Tengok saja, para tokoh ataupun ilmuwan di masa lalu. Mereka pada mulanya bukanlah siapa-siapa, orang biasa. Namun, saat pemanfaatan waktu yang digunakan begitu ia maknai dengan sepenuh hidup dan jiwa raganya. Sehingga waktu yang ia jalani telah memberi warna pada sejarah hidupnya.


Sebagai makhluk yang dibekali akal, pergantian tahun harus memiliki makna yang lebih dari itu. Pergantian tahun haruslah dimaknai sebagai titik berangkat perubahan diri. Melakukan refleksi, evaluasi diri lalu selanjutnya lepas landas dan melakukan yang terbaik untuk kehidupan di masa yang akan datang. Tidak berdiam diri, stagnan, dan tertinggal dari perputaran roda zaman. Oleh karena itu, dalam konteks pergantian tahun, kapanpun itu, selama kehidupan di muka bumi belum berakhir, maka selama itu pula akan tetap ada
pergantian waktu. Namun yang harus membedakannya adalah  pemaknaan yang berbeda dan lebih mendalam  terhadap tahun baru itu. 

Teriring doa, mudah-mudahan di tahun 2016 ini, amal dan prestasi kebaikan kita lebih bertambah, semangat untuk menjadi orang yang lebih istimewa, berguna dan bermanfaat bertambah kuat. Sehingga hidup kita, akan terasa lebih bermakna dan berharga, dan pada akhirnya, berkah, maghfirah dan ridlo Allah SWT itulah yang selalu kita pinta. Semoga.....
Wallahu a'lam bisshowab.....

Referensi: dari berbagai sumber online
Selengkapnya »»»

PERCAYAKAH TUHAN ITU ADA?

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Selasa, 15 Desember 2015, 21.06 Kategori: - Komentar: 2 komentar

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada? 
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?"
Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah  kejahatan."
Selengkapnya »»»

AHSANA YOUTH CAMP 2015

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Senin, 14 Desember 2015, 11.51 Kategori: - Komentar: 0 komentar

AHSANA YOUTH CAMP  2015

Berlokasi di Hutan Lindung Kampus IPB Dramaga Bogor, yang dikelilingi oleh aliran Sungai Cisadane, kegiatan, tepatnya Bulan Oktober 2015,  AHSANA YOUTH CAMP 2015 sukses dilaksanakan. Kegiatan rutin tiga bulanan, yang harus diikuti oleh Siswa/Siswi SMP Ahsana Tarbiyatun Nisaa, sebagai wahana melatih fisik, mental dan keterampilan, sekaligus media pembinaan dasar-dasar kepemimpinan (leadership) di kalangan para siswa. 










Dilaksanakan selama tiga hari, dan dibagi ke dalam dua termin. Termin pertama dikhususkan pembinaan siswa kelas 2 dan 3 selama satu hari, sebagai persiapan untuk menjadi kakak pembina. Termin kedua, diikuti oleh seluruh siswa dan siswi.  Dibawah asuhan dan bimbingan Kak Lilo, Kak Irfan, Kak Agus, Ibu Eni dan Bang Mail, selama 3 hari para siswa digojlok fisik dan mentalnya, agar benar-benar menjadi kader-kader pemimpin tangguh di masa depan.














Selengkapnya »»»

SHODAQOH, HIDUP LEBIH MUDAH MURAH BERLIMPAH BERKAH

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - , 03.45 Kategori: - Komentar: 4 komentar

 ما نقصت مال عبد من صدقة بل يزداد بل يزداد بل يزداد
"Tidak akan berkurang harta sedikitpun karena sedekah, bahkan ia akan terus bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah”



The Miracle of Giving
Walaupun sudah banyak postingan sejenis, namun tidak ada salahnya untuk direpost kembali, mengingat betapa agung dan mulianya SHODAQOH. Shadaqoh secara harfiyah bermakna membenarkan, menyetujui dan mengetahui. Sedangkan secara istilah mengandung makna memberikan sesuatu yang berharga, apapun jenis dan berapapun jumlahnya, kepada orang lain, secara ikhlas dan sukarela, tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan jumlah tertentu,  sebagai tanda keyakinan dan kesungguhan hati akan kebenaran dan keutamaannya, bahwa Allah SWT akan mengganti bahkan menambah keberkahan harta yang dimilikinya. 

Pernahkan anda mendengar kisah tentang seorang yang asalnya kaya, tiba-tiba jatuh miskin karena rajin bershodaqoh? Ataukah sebaliknya, seorang justru semakin kaya, makmur dan bahagia, karena rajin bershadaqoh?  Atau, ingatkah kita Kisah “Aisyah, istri Rasullulah, yang memberikan dua buah roti kepada dua orang pengemis, padahal roti itu yang tersisa untuk buka puasanya? Dimana yang terjadi selanjutnya, ALLAH menggantikan pemberian itu dengan kambing bakar yang di atasnya terdapat roti yang diantar oleh seorang tetangganya. Padahal, tetangga tersebut belum pernah memberi hadiah apapun sebelumnya.
Dalam Al- Quran, kita tahu tentang janji ALLAH yang akan melipatgandakan Shodaqoh kita dengan 700x lipat dari apa yang kita shodaqohkan (QS. AL -Baqaroh : 261). Pada kenyataannya, ternyata banyak manfaat lain shodaqoh. Diantaranya, dapat menyelamatkan si pemberi dari kejadian buruk. Selain itu, Atas izin ALLAH, shodaqoh juga ampuh untuk menyembuhkan penyakit si pemberi. Kisah berikut buktinya.

Kisah Pertama
Adalah Muhammad bin Wadhoh, seorang imam, hafizh, dan ahli hadist. Beliau adalah budak dari penguasa Andalusia. Waro’, zuhud, sabar dalam menyebarkan ilmu serta jauh dari perbuataan maksiat adalah hal lain yang diketahui dari dirinya. Suatu ketika beliau sedang asyik berbincang dengan tamunya, datang seseorang membawa kabar tentang anak beliau yang di tabrak dan dilindas gerobak. Tetapi ia tidka begitu peduli dengan berita buruk itu.
bahkan beliau mengambil bukunya dan meminta seorang qori’ untuk memanjangkan bacaannya. Tak lama seorang lelaki datang menepis berita buruk tadi mengabarkan, “bergembiralah wahai Abu Abdillah, Alhamdulliah anak anda selamat, Roda gerobak itu hanya menyerempet bajunya hingga ia terjatuh, namun ia tak sampai cedera’, jelas si pembawa berita.

Maka Muhammad bin Wadhoh menjawab” Alhmadulliah, aku yakin akan hal itu, karena hari ini aku melihat anakku memberikan uang recehan kepada seorang miskin, jadi aku tahu tidak akan ada suatu keburukan pun yang akan menimpanya siang ini. Lalu ia mengutip hadist : ‘sesungguhnya ALLAH akan menolak kematian yang buruk atas seseorang karena shodaqoh yang di keluarkannya “.

Kisah Kedua
Kisah lain menyangkut seorang laki-laki yang datang kepada Ibnu Mubarok dan bertanya tentang solusi atas luka bernanah yang keluar dari lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. ia sudah mengobati lukanya dengan berbagai jenis obat, namun kesembuhan masih enggan menyapanya. Maka Ibnu Mubarok memberikan solusi cerdas yang sulit dicerna oleh akal jika kita memakai logika saja. “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana dan darah nanahmu akan berhenti”. Apa hubungannya shodaqoh dengan kesembuhan lukanya? Simak apa kata Rasullulah,  “Obatilah yang sakit diantara kalian dengan shodaqoh, lindungilah harta kalian dengan zakat, dan bersiaplah menghadapi cobaan dengan doa (HR. Al-Baihaqi). Selanjutnya lelaki itu melaksanakan perintah Ibnu Mubarok, dan ia pun sembuh. Subhanallah. (Kisah ini dikutip dari Shahih At-Targhib)

Kisah Ketiga
Ada seseorang yang diserang penyakit kanker. Dia sudah keliling dunia untuk mengobati penyakitnya, tetapi belum memperoleh kesembuhan. Akhirnya dia pun bershadaqah kepada seorang ibu yang memelihara anak yatim, maka melalui hal itu Allah SWT menyembuhkan dia.

Kisah Keempat
Kisah ini langsung diceritakan oleh orang yang mengalaminya kepada Syaikh Sulaiman Bin Abdul Karim Al-Mufarrij, Dia berkata kepada beliau, “Saya mem-punyai seorang putri balita yang menderita suatu penyakit di sekitar tenggorokannya. Saya telah keluar masuk ke beberapa rumah sakit dan sudah konsultasi dengan banyak dokter, namun tidak ada hasil apa pun yang dirasakan. Sedangkan penyakit putriku tersebut semakin memburuk, bahkan untuk menghadapi penyakitnya tersebut, hampir-hampir saya  jatuh sakit dan perhatian seluruh anggota keluarga tersita untuk mengurusinya. Dan yang bisa kami lakukan hanya memberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya saja. Kalaulah bukan karena rahmat Allah SWT rasa-rasanya kami sudah putus asa olehnya.

Namun apa yang di angan-angankan itu pun datang dan terkuaklah pintu kesulitan yang kami alami selama ini.

Suatu hari, ada seorang yang shalih menghubungiku lewat telephon lalu menyampaikan hadits Rasulullah SAW,  “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bershadaqah.” Saya katakan kepada orang shalih tersebut, sungguh saya sudah banyak bershodaqoh! Lalu kata beliau kepadaku, “Bershadaqahlah kali ini dengan niat agar Allah SWT menyembuhkan putrimu. Mendengar hal itu saya langsung mengeluarkan shadaqah yang sangat sederhana kepada seseorang yang fakir, namun belum ada perobahan pada putriku. Lalu hal itu saya sampaikan kepada orang shalih tersebut. Dia pun mengatakan kepada saya, “Anda adalah orang yang banyak dapat nikmat dan punya banyak harta. Cobalah engkau bershadaqah dalam jumlah yang lebih banyak.” 

Setelah mendengar itu, maka saya pun mengisi mobil saya sepenuh-penuhnya dengan beras, lauk pauk, dan bahan makanan lainnya, lalu saya bagi-bagikan langsung kepada orang-orang yang membutuhkannya, sehingga mereka sangat senang menerimanya. Dan demi Allah (saya bersumpah) saya tidak akan lupa selama-lamanya, ketika shadaqah tersebut selesai saya bagi-bagikan, Alhamdulillah putriku yang sedang sakit tersebut sembuh dengan sempurna. Maka saat itu saya pun meyakini bahwa di antara sebab-sebab syar’i yang paling utama untuk meraih kesembuhan adalah shadaqah. Dan sekarang atas berkat karunia dari Allah SWT putriku tersebut telah tiga tahun tidak mengalami sakit apa pun. Mulai saat itulah saya banyak-banyak mengeluarkan shodaqoh terutama mewakafkan harta saya pada hal-hal yang baik, dan (Alhamdulillah) setiap hari saya merasakan nikmat dan kesehatan pada diri saya sendiri maupun pada keluarga saya serta saya juga merasakan keberkahan pada harta saya. 

Ada banyak rahasia agung yang tersimpan dalam shodaqoh, ibarat mutiara yang tersimpan rapi dalam cangkang sebuah kerang yang kita tidak pernah tahu kemuliaan apa yang kita pancarkan. Walaupun kadang logika menolak! namun, itulah ajaibnya shodaqoh, memberi dua manfaat sekaligus. Untuk orang yang kita beri dan juga Insya ALLAH manfaat untuk kita sendiri. Wallahua’lam.

Kisah Nyata Keajaiban Sedekah, Diganti 1000 Kali Lipat


Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah... vespa itu bisa distarter.

“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”

Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.

Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal lima ribu rupiah. Uang segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.

Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”

Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”

Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Benar saja, bensinnya benar-benar habis.

“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.

Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ngedorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah lima ribu saja sudah dorong motor.”

Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.

“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”

Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.

“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”
“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”
“Hmm...... mau, anak ditukar Kijang?”
Mereka ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.

Begitu sampai... “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemilik Kijang. Lalu ia merogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.

“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.

Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Berlipat-lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.

Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).

[Kisah Nyata Keajaiban Sedekah ini disarikan dari Buku “Kun Fayakun 2” karya Ust. Yusuf Mansur]

Referensi:
Dari berbagai sumber online

YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, bergerak di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bankan 
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan segala bentuk pemberian, apapun jenis dan berapapun jumlahnya, akan menambah keberkahan harta yang dimiliki dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»