KEISTIMEWAAN SEPERTIGA AKHIR RAMADHAN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Sabtu, 04 Juli 2015, 14.40 Kategori: - Komentar: 1 komentar

SAAT-SAAT ISTIMEWA
tidak terasa, Ramadhan sebentar lagi akan segera berakhir. Bulan yang menjadi momentum paling indah dan sempurna bagi kaum muslimin  untuk mencari ridho, ampunan dan berkah dari Allah SWT. Bulan bagi orang-orang beriman selalu menjadi ladang amal yang amat berlimpah dan ladang pengampunan dosa yang sangat terbuka.
Menurut para ahli, bulan Ramadhan dibagi kedalam tiga fase. Fase pertama atau sepuluh hari pertama  adalah fase rahmat, kedua  fase maghfirah, dan sepuluh hari terakhir atau fase ketiga adalah pembebasan dari api neraka ('ifqumminannaar).

Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang keadaan Rasulullah  Muhammad SAW saat  memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan,
“Beliau jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan menbangunkan keluarganya.”

Mengapa sepertiga bulan terakhir menjadi sangat istimewa  dan mendapat perhatian utama dari Rasulullah SAW? Paling tidak ada dua sebab hal utama, antara lain:
Pertama, sepuluh hari terakhir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, dan amal perbuatan manusia itu tergantung pada akhirnya/penutupannya. Seperti doa Rasulullah SAW.

“Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana aku berjumpa dengan-Mu kelak.”

Yang terpenting dari manusia adalah mengakhiri hidupnya atau perbuatannya di dalam kebaikan atau husnul khotimah, sebab ada orang yang selama hidupnya berjejak pada kebaikan namun memilih untuk mengakhiri hidupnya dalam keburukan atau su'ul khotimah.

Kedua, adanya peristiwa lailatul qadr di sepertiga malam terakhir sebagaimana firman Allah S.W.T.
Apa itu Lailatul Qodar? Secara generik bahasa, Lailatul Qodar terdiri dari 2 kata, Lailatul artinya suatu malam dan Qodar memiliki berberapa arti diantaranya kepastian, hitungan, terukur, rasional, sistematis dan harmonis. Seperti firman Allah SWT: Wa Khalaqna Kulla Syaiin biqodarin, “kami ciptakan segala sesuatu dengan qadar, artinya terukur, rasional, penuh perhitungan, sistematis dan harmonis”. Sehingga dari keqodarannya ciptaan Allah, manusia bisa menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai dengan sekarang.

Dengan demikian, arti Lailatul Qodar secara bahasa bermakna, malam yang penuh dengan kepastian, perhitungan, terukur, sistematis dan harmonis. Berdasar keterangan al Qur’an, Lailatul Qodar, seperti dijelaskan dalam QS. Al Qodar, nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun), para malaikat turun ke bumi bersama malaikat Jibril dengan izin Allah membawa kedamaian, ketenangan dan ketentraman, hingga terbit waktu fajar. Dalam ayat lain, lailatul qodar disebut juga dengan lailatul mubarokah, malam yang penuh dengan keberkahan.

Secara psiko-religi-spiritual, orang yang mendapatkan Lailatul Qodar, tentu saja setelah melewati proses pelatihan diri (self Training) melalui puasa, shalat malam, membaca dan memaknai al Qur’an, mengaji dan mengkaji, merenung disertai wirid, dzikir dan istighfar (kontemplasi dan meditasi), berarti orang yang telah tertanam di dalam hati, fikiran dan jiwanya keyakinan, kepastian dan perhitungan hidup, untuk apa diciptakan, apa yang harus dilakukan selama hidup di dunia dan hendak kemana akhir tujuan hidupnya.
Sehingga dalam menjalani hidup, orang tersebut akan lebih optimis, besar keyakinan, sabar, ikhlas dan tawakkal, tidak mudah putus asa dan menyerah, namun bertindak hati-hati, waspada, dan penuh perhitungan. Sehingga hidupnya akan berlimpah dengan keberkahan, kemurahan, kemudahan, kedamaian dan kebahagiaan. Mungkinkah kita termasuk golongan orang tersebut? Yaitu mereka yang telah menyerap dan menghimpun qadar Allah dalam dirinya, sehingga benar-benar merasakan hidup penuh dengan sensasi surgawi. Insya Allah, Anda dan kita semua bisa, mengapa tidak? Semoga kita senantiasa selalu berada dalam balutan rahmat, maghfirah dan berkah Allah SWT, dan yang paling penting, mengakhiri hidup dengan KHUSNUL KHOTIMAH. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Wallahu A'lam Bisshowwab....

Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

RAMADHAN CERIA DI TARBIYATUN NISAA

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 28 Juni 2015, 05.50 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Ramadhan, adalah salah satu bulan suci yang memiliki berbagai keistimewaan, hikmah dan kemuliaan, bahkan kehadirannya sangat dihormati  dan diagungkan oleh Allah SWT.  Kemuliaan apakah yang ada di bulan Ramadhan ini? Pertama, diwajibkannya shaum selama satu bulan penuh. Kedua, diturunkannya Al Qur’anul Karim kepada Rasululllah Muhammad SAW, sebagai petunjuk bagi manusia, agar tidak tersesat, selamat, sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat. Ketiga, Ramadhan memberikan kesempatan terbuka dan seluas-luasnya kepada kaum muslimin, untuk melakukan beragam amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan penataan  kesholehan individual maupun penataan keshalehan sosial (maslahatul fardiyyah wal ijtima’iyyah). Bahkan dalam salah satu hadis qudsi disebutkan, setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh orang muslim, Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan, terkecuali ibadah shaum. Shaum adalah ibadah untuk Ku, dan terserah Akulah untuk membalasnya tanpa batas (no limit).  

Ramadhan, disamping  sarat dengan ragam ibadah ritual spiritual, seperti imsak, tadarus al Qur’an, qiyamullail (tarawih), wirid, dzikir dan istighfar, namun tersirat pula di dalamnya nuansa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama, sehingga bulan Ramadhan disebut pula bulan kasih sayang atau solidaritas  sosial. Jenis ibadah pertama diistilahkan dengan ibadah mahdhoh yang berdimensi vertikal individual, sedangkan yang kedua disebut ghoir mahdhoh yang berdimensi sosial horizontal. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan.

Islam tidak mengenal pemisahan (dikomotis) antara keshalehan individual dan sosial. Walaupun secara individual orang rajin beribadah, shalat, haji, puasa, tadarus dan kegiatan ibadah lainnya,  namun ternyata secara sosial,  tidak membuahkan hasil atau kurang peduli dan empati terhadap penderitaan atau kekurangan yang dialami oleh sesamanya, maka orang itu disebut sebagai pendusta agama (mukadzibu biddin). Seperti halnya ibadah shalat, diawali oleh takbiratul ihram serta di dalamnya berisi doa pengagungan kepada Allah SWT dan diakhiri dengan salam, melihat ke kanan dan ke kiri, sebagai simbol  pesan perdamaian, kesejahteraan, saling membantu dan empati kepada sesama.

Untuk itu, kesempatan Ramadhan yang baik ini, harus benar-benar dimanfaatkan, dengan melakukan berbagai amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan peningkatan kualitas diri sendiri, maupun peningkatan kualitas kehidupan kebersamaan sosial. Ada jaminan, bila kita sering melakukan kebaikan, maka Allah akan memberikan balasan dalam bentuk rasa bahagia, keberkahan, kemurahan, kemakmuran, kesejahteraan dan keberlimpahan, tanpa diminta bahkan tak terduga, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, barakah dan maghfirah ini.

Salah satu amal kebaikan Ramadhan yang bisa Bapak/Ibu/Sdr/Sdri lakukan adalah membantu program kegiatan Ramadhan yang rutin tahunan diselenggarakan oleh Yayasan Wakaf Tarbiyatun Nisaa Bogor dalam bentuk kemasan PROGRAM SYI’AR RAMADHAN  CERIA DI TARBIYATUN NISAA 1436 H.  

Sebagian Dokumentasi Kegiatan SYI'AR RAMADHAN CERIA DI TARBIYATUN NISAA 1436 H yang telah, sedang dan akan berlangsung.
1. Youth Camp Ramadhan 
(Pesantren Kilat Ramadhan)
 

 





 2. Pengajian Muallimin Kaum Bapak

3. Ta'zil Ijtima'iy (Buka Shaum Bersama)
4. Santunan Anak Yatim, Dhu'afa, Janda dan Jompo
5. Riyadhoh Ritual Spiritual


Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

RAGAM PERISTIWA PENTING DI BULAN RAMADHAN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 21 Juni 2015, 20.00 Kategori: - Komentar: 0 komentar

RAGAM PERISTIWA PENTING DI BULAN RAMADHAN
Walaupun banyak postingan sejenis, namun tidak ada salahnya untuk direpost kembali, sekedar berbagi info, betapa hebat dan luar biasanya bulan Ramadhan ini. Ramadhan adalah bulan istimewa penuh dengan keberkahan. Bersamanya, banyak peristiwa atau momentum penting bagi umat Islam. Sejarah yang terjadi di masa lalu tersebut telah terekam oleh kaum muslim dari masa ke masa.

Banyaknya peristiwa penting tersebut, menandakan bahwa Ramadhan adalah bukan bulan biasa, melainkan bulan istimewa, bukan saatnya santai dan beristirahat karena shaum yang sedang dijalankan. Sebab kenyataanya, sejarah telah mencatatkan banyak momentum kemenangan yang diraih kaum muslimin,  bukan hanya menguji mental, fisik maupun emosi kaum muslim, namun juga pembuktian kemenangan dan kekuatan aqidah islamiyah. Berikut adalah beberapa lintasan sejarah tentang momen penting yang terjadi pada bulan Ramadhan:

1.    Turunnya Wahyu Pertama
Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al Quran diturunkan di dalamnya. Ya, pada tanggal 17 Ramadhan Rasulullah menerima wahyu pertama di Gua Hira berupa Al Quran surat Al Alaq: 1-5. Al Quran juga melukiskan peristiwa penting itu sebagai berikut,“Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara hak dan batil”. (QS. Al Baqarah : 185).

2.    Perang Badar


Perang Badar adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah berhijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang hanya berkekuatan 313 orang dan melawan sekitar 1000 kaum kafir Quraisy.  Allah SWT berkenan menerangkan kisah yang bersejarah ini di dalam Al Quran: "Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya." (QS. Ali Imran: 123)

3.    Peristiwa Fathu Makkah

Fathu Makkah merupakan peristiwa besar, dimana Muslim berhasil menguasai Kota mekah.. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (QS. Al Fath: 1). Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud kemenangan di sini adalah peristiwa Fathu Makkah. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 21 Ramadhan, tahun 8 hijriyah. Di bulan yang sama pula Khalid bin Walid menghancurkan patung Uzza.

4.    Thariq Bin Ziyad Menaklukan Andalusia



Andalus ditaklukkan pada bulan Ramadhan. Pada 28 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah hal yang diluar  dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segera mempersiapkan pasukannya yang  berjumlah 25.000. Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya: ”Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian!”. Lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.

5.    Umat Islam Mengalahkan Tentara Mongol (Peristiwa Ain Jalut)

Pada tanggal 15 Ramadhan tahun 658 Hijriyah, umat Islam berhasil mengalahkan 20.000 tentara Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, cucu Genghis Khan. Perang ini terjadi di Ain Jalut, Palestina Utara. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut. Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu

6.    Kemenangan Salahuddin Al Ayyubi



Pada bulan Ramadhan 583 H, panglima Salahuddin Al Ayyubi, yang di Eropa terkenal dengan sebutan Saladin, mencapai kemenangan gemilang dengan memukul mundur pasukan Salib pada beberapa medan pertempuran, serta membebaskan sebagian besar daerah yang telah diduduki tentara Salib, di antaranya dapat merebut kembali  Kota Yerusalem dan menawan Raja Yerusalem.

7.    Proklamasi Kemerdekaan RI




Proklamasi kemardekaan Indonesia dikumandangkan pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.

Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

DOA HARIAN RAMADHAN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Kamis, 18 Juni 2015, 16.31 Kategori: - Komentar: 0 komentar

DOA HARIAN RAMADHAN
Doa Hari Pertama
   اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ   وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. dan jauhkan aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan Sekalian Alam, dan ampunilah aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa

Doa Hari Kedua
اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Yaa Allah, dekatkanlah aku kepada keridhoan-Mu. Jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-Mu. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu, dengan rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih dari semua yang mengasihi

Doa Hari Ketiga
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Yaa Allah! Berikanlah aku rezki akal dan kewaspadaan dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang kau turunkan, demi kemurahan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!

Doa Hari Keempat
اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ
Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-Mu, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-Mu. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu. Dan jagalah aku dengan penjagaan-Mu dan perlindungan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Melihat

Doa Hari Kelima
 اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.

Doa Hari Keenam
اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ
Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-Mu, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-Mu. jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-Mu, dengan anugerah dan bantuan-Mu, wahai Puncak Keinginan orang-orang yang berkeinginan!

Doa Hari Ketujuh
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ .
Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya (‘nya’- di sini mengacu pada bulan Ramadhan). Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosa Nya, dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-Mu secara terus-menerus, dengan taufiq- Mu, wahai Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ . .
Yaa Allah! Berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu, wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap.

Doa Hari Kesembilan
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ . .
Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu, wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu.

Doa Hari Kesepuluh
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang menang di sisi-Mu, dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan ihsan-Mu, wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.

Doa Hari Kesebelas
اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ
Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan.

Doa Hari Kedua Belas
 اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ
Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan.Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu, wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.

Doa Hari Ketiga belas
 اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ
Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu, wahai Dambaan Orang-Orang Miskin.

Doa Hari Keempat belas
 اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
Yaa Allah! Janganlah engkau hukum aku karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala' dan malapetaka. Dengan kemuliaan-Mu, wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.

Doa Hari Kelima belas
 اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ
Yaa Allah! Berilah aku rezeki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu'. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal. Dengan keamanan-Mu, Wahai Pemberi Keamanan Bagi Orang-Orang Yang Takut.

Doa Hari Keenam belas
 اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى ( فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ
 Ya Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-Mu hingga sampai kepada alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Sekalian Alam.

Doa hari ketujuh belas
اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ
Yaa Allah! Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan manusia tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati seluruh isi alam, sampaikanlah sholawat atas Mohammad dan keluarganya yang suci.

Hari Ke tujuh belas
اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ
 Yaa Allah! Sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat sahur bulan Ramadhan dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya, demi cahaya-Mu Wahai Penerang Hati orang-orang yang arif.

Hari Ke delapan belas
 اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْنِ رِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْ
Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkah Ramadhan, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari keterkabulan amal-amalku di dalamnya, Wahai Pemberi Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang.

Hari Ke sembilan belas
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu sorga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca Al-Quran, Wahai Pemberi Ketenangan di dalam hati orang-orang mukmin.

Hari Ke dua puluh
 اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ
Yaa Allah! Berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoan- Mu. Dan janganlah engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan orang-orang yang meminta.

Hari Ke dua puluh satu
 اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu, turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku meraih keridhoan-Mu, dan tempatkanlah aku di dalam sorga-Mu yang luas, Wahai Penjawab Doa orang-orang yang dalam kesempitan.

Hari Ke dua puluh dua
اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan orang-orang yang berdosa.

Hari Ke dua puluh tiga
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ
Yaa Allah! Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan keridhoan-Mu, dan aku berlindung dengan- Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.

Hari Ke dua puluh empat
 اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai auliya-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah Nabi Terakhir-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi.

Hari Ke dua puluh lima
 اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah usahaku di dalam bulan Ramadhan sebagai usaha yang Engkau terima, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar Dari Semua Yang Mendengar.

Hari Ke dua puluh enam
 اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ
Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang sholeh.

Hari Ke dua puluh tujuh
اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ
 Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku di dalam bulan Ramadhan ini dengan amalan-amalan sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah diriku kepada-Mu, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.

Hari Ke dua puluh delapan
 اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Yaa Allah! Liputilah aku di bulan ini dengan rahmat dan berikanlah kepadaku taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah, Wahai Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin.

Hari Ke dua puluh sembilan
  اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan terkabul, sebagaimana puasa yang diridhoi oleh-Mu dan oleh Rasul-Mu, puasa yang kokoh dan kuat; demi Kenabian Muhammad dan Keluarganya Yang Suci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam.

Hari ke tiga puluh
SEMOGA ALLAH s.w.t. MENERIMA AMAL IBADAH SHAUM  KITA. Amin Ya Rabbal 'Alamin...
Referensi: Dari berbagai sumber
Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

SHAUM RAMADHAN, SUGUHAN SURGA DI BUMI FANA-2

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - , 16.26 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Aspek Fisik Biologis
Bayangkanlah sebuah sebuah pabrik makanan, yang berjalan dan berproduksi tiada henti selama 24 jam, terus menerus dan itu berjalan selama 11 bulan. Tak tergambar, pasti pabrik itu akan hancur, bahkan mungkin bisa meledak, karena tidak tahan dengan terus-menerusnya berproduksi tiada henti. Demikian halnya juga dengan tubuh manusia. Kurang lebih selama 11 bulan, seluruh mekanisme tubuh manusia, berjalan dan bekerja tiada kenal berhenti. Bisa dibayangkan, ibarat pabrik, tubuh manusiapun akan mengalami aus, rusak dan kehancuran.

Apa kaitan ilustrasi tersebut dengan ibadah puasa? Apa kaitan puasa dengan aspek fisik biologis manusia? Apakah benar, puasa bisa membuat seseorang lebih sehat? Apakah bisa diyakini bahwa ibadah puasa bisa membuat tubuh lebih fit? Padahal, secara kasat mata ibadah puasa justru bisa melemahkan dan mengurangi kekuatan tubuh? Itulah barangkali pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan, untuk lebih memahami dan meyakini, bahwa dengan keutamaan ibadah puasa berkaitan dengan fisik biologis manusia, manusia bisa mendapatkan kesentosaan. Di bawah ini terdapat beberapa hal, yang bisa memperjelas fungsi dan manfaat puasa bagi tubuh manusia, dan ternyata penelitian medis (kesehatan) pun memiliki kesimpulan yang sama, antara lain :
  1. Relaksasi. Memberikan kesempatan istirahat kepada tubuh untuk menormalkan dan mengembalikan kekuatan, sehingga tubuh kembali sehat, kuat dan fit.
  2. Restrukturasi dan Rekonstruksi. Dengan melakukan ibadah puasa, tubuh diberi kesempatan untuk memperbaiki dan merekonstruksi kembali sel-sel yang rusak, menumbuhkan dan menguatkannya kembali, sehingga bisa berfungsi maksimal.
  3. Membentuk ferformance ideal tubuh. Puasa membentuk pola hidup seimbang, antara konsumsi makanan, minuman dengan pengosongan. Hingga terbentuk ferformance ideal antara 1/3 makanan, 1/3 minuman dan 1/3 untuk pernapasan.

Baru-baru ini seorang pakar kesehatan dari Amerika, Paul C. Bragg, N.D., Ph.D bersama anak perempuannya Patricia Bragg, N.D., Ph.D., menulis sebuah buku tentang rahasia berpuasa “The Miracle of fasting, proven through history for Physical, Mental and Spiritual Rejuvenation“. Dalam buku ini mereka mengungkapkan bagaimana sebenarnya puasa itu merupakan alternatif kesehatan yang dijadikan oleh Tuhan dan berasal dari dalam tubuh manusia itu sendiri, sehingga dapat memberikan terapi kesehatan, baik yang berkaitan dengan kesehatan fisikis, mental, dan spiritual. Selama ini banyak orang menyangka bahwa puasa itu adalah sebuah ibadah yang hanya bersifat spiritual, ternyata puasa itu adalah keperluan hidup manusia yang menginginkan hidup lebih sehat, dan hidup lebih lama.

Pada awal tulisannya Bragg menyatakan bahwa binatang dalam kehidupannya telah mengetahui dengan instink yang diberikan kepadanya bagaimana untuk hidup, apa yang harus dimakan, dan apa yang harus diminum. Secara instink, makhluk binatang juga mengetahui bagaimana mereka harus berpuasa jika mereka terluka atau sakit. Secara alami, binatang hanya memakan apa saja yang baik untuk mereka, tetapi banyak manusia memakan apa saja dan berapa pun banyaknya tanpa menghiraukan apakah makanan itu akan berpengaruh kepada kehidupannya. Padahal kita mengetahui bahwa apa saja yang kita makan pasti akan diproses di dalam perut kita sehingga ada yang dapat hancur menjadi darah dan daging, ada juga yang harus dibuang, baik melalui kotoran ataupun keringat. Bahkan, bila makanan itu bersifat kimiawi, yang tidak bisa diproses oleh tubuh, bisa berakibat tubuh menjadi keracunan, bisa terkena toksid dan residu dalam badan manusia.

Badan manusia adalah laksana mesin, yang memproses makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk menjadi tenaga, sehingga manusia dapat bergerak dengan baik. Sebagaimana layaknya sebuah mesin, maka tubuh manusia juga memerlukan waktu istirahat, sehingga mesin tersebut dapat berjalan dengan lancar, dan sebaliknya dengan memberikan masa istirahat alias turun mesin, maka mesin itu akan bekerja seperti baru lagi. Demikian juga dengan tubuh manusia, semua organ tubuh yang menjalankan tugas masing-masing memerlukan waktu istirahat. Dalam kajian kesehatan, menurut buku tersebut, bahwa dalam setiap seminggu tubuh manusia itu memerlukan istirahat total selama duapuluh empat jam, atau dalam sebulan tubuh memerlukan istirahat selama tiga hari, atau dalam setahun maka dia memerlukan istirahat selama tigapuluh hari. Ini bukan sebuah kebetulan, jika dalam ajaran agama islam kita mengenal dalam setiap minggu ada puasa sunat hari senin dan kamis, dalam setiap bulan ada puasa sunat selama tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 13, 14 dan 15, berdasar kalender bulan hijriyah, dan dalam setahun umat islam diwajibkan untuk berpuasa ramadhan selama satu bulan (28, 29 atau genap 30 hari). Subhanalah... berarti memang Allah Taala telah menetapkan suatu hukum puasa, baik itu puasa sunat seperti puasa sunat senin–kamis dan pusa sunat tiga hari dalam sebulan apalagi puasa wajib di bulan ramadhan sebagai suatu keharusan untuk menjaga kesehatan badan yang diperlukan oleh tubuh manusia.

Laksana baterei, maka puasa adalah proses “recharge“ (ngecas ulang) energi yang sangat diperlukan oleh tubuh; dan laksana mesin, puasa adalah proses turun mesin yang diperlukan oleh seluruh organ dalam tubuh. Kesehatan tubuh yang diakibatkan oleh puasa itu mengakibatkan kepada kesehatan mental dengan terkontrolnya nafsu sehingga membentuk keseimbangan dan ketenangan jiwa yang sangat diperlukan oleh kehidupan manusia modern. Keseimbangan dan ketenangan jiwa ini akan mengakibatkan kepada kejernihan berpikir dan bersikap. Kejernihan berpikir akan buah pikiran yang bijak dan ide-ide yang cemerlang yang sangat diperlukan oleh seseorang di tengah menghadapi segala persoalan hidup. Itulah sebabnya banyak pemimpin dunia membiasakan berpuasa untuk membentuk kejernihan berpikir dan tindakan yang bijaksana. Hippocrates, Bapak kesehatan Yunani berkata “Badan dan jiwa akan bekerja berama-sama. Apa saja yang terjadi di dalam badan akan mempengaruhi jiwa dan pikiran, demikian juga sebaliknya. Pikiran dan badan tidak dapat dipisahkan. Jika keduanya tidak dapat bersatu, maka stres emosi dan stress fisikis tak akan dapat dielakkan“.

Menurut Bagg, pemimpin yang bijak sejak dari dahulu kala telah membiasakan diri dengan puasa, seperti Zoroaster, Socrates, Plato, Aristoteles, Hippocrates, sampai kepada Confusius dan Gandhi. Bragg dalam buku tersebut menceritakan bahwa pada bulan Juli 1946 dia pernah menemani Gandhi yang mengadakan perjalanan ke seluruh pelosok India untuk kampanye kemerdekaan. Gandhi melakukan perjalanan dari satu kampung masuk ke satu kampung yang lain dengan berjalan kaki, juga dengan melakukan puasa selama perjalanannya, yang memakan waktu tiga minggu. Pada waktu itu Gandhi berusia tujuh puluh tujuh tahun, tetapi kata Bragg, dia tidak terlihat letih, malahan dalam perjalanan tersebut dia melihat bahwa Gandhi dengan penuh kekuatan yang luar biasa, baik secara mental maupun fisikal. Walaupun berjalan di tengah gurun yang begitu terik, Gandhi tidak menampakkan rasa lelah, dia terus berjalan, dan hanya berhenti selama dua puluh menit jika berbicara dengan penduduk kampung dan menjawab pertanyaan selama dua puluh menit lagi, kemudian dia meneruskan perjalanan sucinya tersebut. Sewaktu ditanyakan kepadanya apa rahasia kekuatan tubuh dan semangatnya itu Mahatma Gandhi, bapak spiritual India itu menjawab : “All the vitality and energy I have, comes to me because my body is purified by fasting“. (seluruh kekuatan dan energi yang datang kepadaku adalah disebabkan oleh badan yang bersih melalui puasa). Oleh sebab itu, Gandhi menganjurkan kepada rakyatnya untuk melakukan puasa sebab “The light of the world will illuminate within you when you fast dan purify your self “. (cahaya dunia akan bersinar dari dalam diri kamu, jika kamu melakukan puasa dan pembersihan diri).

Di Klinik Pyrmont, Jerman, Dr. Otto Buchinger dan kawan-kawannya telah menyembuhkan banyak pasien dengan terapi puasa. Penyembuhan meliputi penyakit fisik dan kejiwaan, sehingga bisa dikatakan sebagai psiko-fisio terapi. Setelah para pasien dirawat secara medis selama sekitar 2-4 minggu dan berdisiplin puasa, ternyata mereka lebih segar kembali baik secara fisik maupun secara mental. Mereka juga lebih bergairah hidup. Menurut pengalaman terapi di klinik ini, berbagai penyakit seperti ginjal, kanker, hipertensi, depresi, diabetes, maag dan insomania dapat disembuhkan melalui puasa. Demikian juga yang terjadi di Moskow Institute of Psychiatry. Menurut Dr. Yuli Nekolar, setelah mengadakan riset dia menyatakan bahwa upaya penyembuhan secara medis yang disertai dengan puasa, hasilnya akan lebih baik dan lebih cepat. Hal ini juga telah dibuktikan oleh para pasein yang menjalani terapi puasa di klinik Health Spa di Amerika. (dikutip dari Mailist Internet tentang puasa :Google Search Engine)

Aspek Psikologis
Bila anda ingin selalu dibaluti rasa optimisme, penuh harapan, cita-cita dan kebahagiaan, maka lakukanlah puasa. Mengapa puasa bisa menumbuhkan semangat dan optimisme hidup? Apakah benar puasa bisa menjadikan seseorang penuh harapan, suka cita dan kebahagiaan? Ada beragam manfaat dan hikmat puasa, berkaitan dengan psikologi (kejiwaan) manusia, diantaranya adalah:
  1. Melatih kesabaran. Bayangkan, selama lk. 14 jam dari mulai terbit fajar (shubuh) sampai terbenam matahari (maghrib) tidak makan dan minum. Secara fisik biologis, tidak bisa dipungkiri, tubuh akan terasa lemas, lemah, letih dan lesu. Secara tidak langsung, jiwa kita dilatih untuk sabar dan tabah dalam menjalani proses ujian ini. Dan bila berhasil, artinya bisa tuntas sampai maghrib, ada rasa bahagia, sukses dan suka cita tiada terkira yang dirasakan oleh jiwa. Kesabaran menjalani ujian dan pelatihan, berbuah sukacita dan kebahagiaan.
  2. Melatih pengendalian diri. Tidak makan dan minum di siang hari, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa merusak puasa, adalah ujian pengendalian diri. Manakala kita mampu menjalaninya, artinya bisa menuntaskan kewajiban puasa sampai menjelang buka, selama satu bulan penuh, sungguh suatu kepuasan, kebahagiaan, kesuksesan dan keberhasilan jiwa, yang akan melahirkan rasa bahagia tiada terkira. Itulah makna dari ibadah puasa, yang akan menimbulkan rasa optimisme, bahagia dan suka cita.
  3. Menanamkan dan mengembangkan optimisme berkelanjutan. Selama Ramadhan, tiada hari tanpa merajut dan merenda harapan dan optimisme. Walau terasa lelah, letih, lesu, lapar dan haus di siang hari, namun segumpal harapan tetap tertanam kuat, karena ada saat istimewa yang ditunggu-tunggu, yaitu buka puasa pada waktu maghrib tiba. Setiap detik yang dilalui terasa begitu istimewa. Sehingga ada perasaan sayang, kalau tidak mengisinya dengan ragam kegiatan penambah keimanan dan ketakwaan, misalnya membaca al Qur’an sampai khatam, membaca buku-buku keislaman, atau buku-buku lainnya yang bisa menambah motivasi dan energi hidup.
Aspek Sosiologis dan Humanis
Apa yang dimaksud dengan aspek sosiologis dan humanis dikaitkan dengan puasa? Apakah benar, bulan puasa, bisa melahirkan rasa solidaritas dan kepedulian kepada sesama? Apa kaitan puasa dengan aspek kemanusiaan? Bulan Ramadhan adalah bulan kemanusiaan, kepedulian sosial dan cinta sesama. Bulan yang tidak membedakan antara kaya dan miskin, pejabat maupun rakyat, antara kaum elit maupun alit. Rasa lapar, haus, letih dan lelah, saat menjalankan ibadah puasa, apalagi bagi yang sama-sama menjalankannya, ada perasaan senasib dan sepenanggungan, yang pada akhirnya akan melahirkan solidaritas kemanusiaan yang kental dan kuat (altruisme). Yang kaya dan kaum elit maupun pejabat rela membantu kaum miskin dan alit. Hal ini, diperkuat pula dengan beragam dalil naqli, baik yang ada di dalam Al Qur’an maupun hadis-hadis Rasulullah SAW, tentang berbagai keutamaan bulan Ramadhan, khususnya yang berkaitan dengan aspek solidaritas kemanusiaan.

Aspek Ekonomis dan Ekologis
Apa kaitan ibadah puasa dengan aspek ekonomi dan ekologi? Fungsi dan manfaat apa yang bisa didapatkan dari ibadah puasa, berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat dan ekologi (lingkungan)? Apakah benar, bulan Ramadhan, bisa dijadikan momentum bulan efisiensi dan penghematan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan? Secara ideal, seharusnya pada saat bulan puasa, tingkat konsumsi makanan, minuman dan lain-lainnya, bisa ditekan dan dikurangi. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Karena saat orang melakukan puasa, kegiatan makan dan minum, biasanya hanya berlangsung saat buka dan sahur saja, tidak lebih tidak kurang. Seteguk air putih dan beberapa butir kurma maupun makanan manis khas di bulan Ramadhan, yang dikonsumsi saat berbuka, biasanya cukup mengenyangkan. Terkecuali bagi orang yang memang dari dulunya sudah rakus, “gembul” dan “leuleuwiheun”.

Ketika pengurangan tingkat konsumsi terjadi, maka secara tidak langsung ada upaya efisiensi dan penghematan massal. Bila konsumsi berkurang, maka jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan dalam beragam bentuknya, setidaknya akan berkurang pula. Tidak bisa dibantah, bahwa hampir semua kemasan makanan saat sekarang ini, hampir seluruhnya menimbulkan sampah. Beragam jenis sampah yang dihasilkan dari rumah tangga seperti plastik, kertas, bungkus-bungkus dan sebagainya, yang selama ini hampir memenuhi di berbagai tempat, jalan, sungai, got, pasar, sekolah, rumah dan tempat-tempat lainnya, yang tidak bisa dipungkiri, menjadi ciri khas kebiasaan dan lingkungan masyarakat di tanah air, bahkan akhir-akhir ini fenomena sampah menjadi momok menakutkan, setidaknya akan berkurang drastis. Jika pada bulan Ramadhan, ternyata kita mampu mengurangi jumlah sampah dari sisa-sisa makanan, alangkah indah dan bersihnya, kalau kemampuan berhemat dalam mengkonsumsi makanan yang banyak menimbulkan sampah ini, menjadi kebiasaan 11 bulan kemudian. Dipastikan, fenomena gunung dan semrawutnya sampah di berbagai tempat akan berkurang secara signifikan. Tapi mungkinkah?


Pelaksanaan Ramadhan
Agar apresiasi dan penghayatan terhadap ibadah shaum (puasa) selama bulan Ramadhan bisa lebih tajam meningkat, sehingga bisa meraih dan mereguk hikmah, pesona dan keindahannya secara maksimal, sesuai dengan tuntutan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, maka setiap individu muslim perlu melakukan berbagai kegiatan, antara lain :

Persiapan. Kegiatan persiapan ini meliputi beberapa hal penting, diantaranya:
  • Membersihkan jiwa, hati dan perasaan (tazkiyatunnafsi)
  • Menguatkan niat dan tekad, misalnya puasa kali ini harus lebih baik dari puasa kemarin, saya harus khatam minimal 2x dalam puasa ini, saya harus lebih banyak bershodaqoh lagi dan seterusnya.
  • Silaturrahmi dan Mushofahah diantara sesama keluarga, saudara, teman-teman serta kaum muslimin pada umumnya, agar bisa saling membebaskan dari segala kekotoran hati dan saling memaafkan
  • Menambah dan meningkatkan penghayatan, ilmu dan wawasan tentang keutamaan shaum Ramadhan melalui kegiatan membaca, ngaji dan ngelmu, mendengar ceramah (audio visual) dan sebagainya.
Pelaksanaan. Ada 3 kegiatan ibadah utama di bulan Ramadhan, yaitu :
  • Imsak, yaitu menahan dan mengendalikan diri jasmani maupun ruhani. Pengendalian Jasmani menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami isteri di siang hari. Sedangkan secara ruhani, menjaga diri dari segala sesuatu yang bisa mengurangi nilai puasa, seperti mengumpat, mendengki, menyakiti orang lain dan sebagainya.
  • Rattil Al-Qur’an (membaca al Qur’an). Ramadhan adalah Syahrul Qur’an (bulan mengakrabi Al Qur’an). Usahakan untuk selalu membaca al Qur’an sepanjang Ramadhan, minimal 1x khatam, lebih baik lagi kalau bisa berkali-kali khatam.
  • Qiyamullail (shalat malam). Kebanyakan kaum muslimin melakukan Qiyamullail setelah shalat Isya, atau lebih dikenal dengan Shalat Tarawih. Secara harfiyah, shalat tarawih yaitu shalat yang dilakukan secara berjama’ah, dalam suasana santai, berselang-seling antara shalat dengan istirahat. Walau dalam kenyataannya, sebutan yang pantas adalah Shalat Tajawir, karena kebanyakan dilakukan “ngebut”, dengan ciri bacaan imam yang khas dan cepat, hampir tidak ada jeda sama sekali. Ada yang 11 raka’at, 8 raka’at plus 3 witir, ada juga yang 23 raka’at, 20 raka’at plus 3 witir. Manakah diantara keduanya yang paling benar? Kita jangan terlalu memusingkannya, karena memang masing-masing memiliki dalil sandarannya. Yang salah adalah mereka yang tidak pernah tarawih. Namun kalau kita ingin benar-benar mencontoh Qiyamullail Rasulullah SAW beserta para sahabat, maka lakukanlah Qiyamullail itu pada sepertiga malam, yaitu antara jam 1 s/d 3 malam, setelah kita istirahat tidur malam. Dalam suasana hening dan dinginnya malam, saat itulah, sebenarnya bisa kita dapatkan dan rasakan “sensasi” dan nikmatnya shalat malam. Apalagi setelahnya dilanjutkan dengan Rattil al Qur’an. Sungguh suatu pengalaman ruhani spiritual yang indah, eksotis tiada terkira. Penasaran? Mau mencoba?

Sunnah-sunnah Ramadhan. Selama melaksanakan shaum Ramadhan, perbanyaklah amalan-amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, diantaranya :
  • Menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur.
  • Memperbanyak infaq dan shodaqoh, terutama kepada anak-anak yatim, fakir miskin, janda, jompo, orang-orang tidak mampu.
  • Memperbanyak bacaan wirid, dzikir dan doa.
Menjelang Akhir Ramadhan. Sunnah Rasulullah SAW beserta para sahabat, bila menjelang akhir Ramadhan dan memasuki ‘Iedil Fitri, justru mereka lebih intensif dan lebih memperbanyak kegiatan ibadah, antara lain:
  • Melakukan I’tikaf, yaitu berdiam diri di mesjid dengan memperbanyak membaca al Qur’an, wirid, dzikir dan doa
  • Menunaikan zakat fitroh
Hari Raya ‘Iedul Fitri.
  • Bila sudah memasuki malam ‘Iedul Fitri, memperbanyak bacaan Takbir, Tahmid, Tasbih dan Tahlil sampai menjelang sholat ‘Iedil Fitri, baik secara kelompok maupun sendirian.
  • Menunaikan Shalat Sunnah ‘Iedul Fitri. Sunnah Rasulullah SAW beserta para sahabat melaksanakan shalat ‘iedil fitri di lapangan. Kecuali kalau hujan, maka shalat dilaksanakan di mesjid.
  • Disunnatkan untuk mandi besar, memakai minyak wangi dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki.
  • Bersilaturrahmi dan mushofahah dengan sesama saudara, tetangga dan kaum muslimin. Berbagi bahagia di hari kemenangan, saling memaafkan dan membebaskan.

Dengan ragam pelatihan diri yang dilakukan selama Ramadhan, didasari keikhlasan, rendah hati, penuh rela dan keridloan, diharapkan kebiasan-kebiasaan baik selama satu bulan tersebut, diharapkan menjadi kebiasaan terus menerus dilakukan oleh kaum muslimin selama 11 bulan kemudian. Bila hal itu telah menjadi kepribadian dan kebiasaan diri, berbahagialah Anda, itu berarti pertanda Anda telah mendapatkan lailatul qodar.

Apa itu Lailatul Qodar? Secara generik bahasa, Lailatul Qodar terdiri dari 2 kata, Lailatul artinya suatu malam dan Qodar memiliki berberapa arti diantaranya kepastian, hitungan, terukur, rasional, sistematis dan harmonis. Seperti firman Allah SWT: Wa Khalaqna Kulla Syaiinbiqodarin , “kami ciptakan segala sesuatu dengan qadar, artinya terukur, rasional, penuh perhitungan, sistematis dan harmonis”. Sehingga dari keqodarannya ciptaan Allah, manusia bisa menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai dengan sekarang.

Dengan demikian, arti Lailatul Qodar secara bahasa bermakna malam yang penuh dengan kepastian, perhitungan, terukur, sistematis dan harmonis. Berdasar keterangan al Qur’an, Lailatul Qodar, seperti dijelaskan dalam QS. Al Qodar, nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun), para malaikat turun ke bumi bersama malaikat Jibril dengan izin Allah membawa kedamaian, ketenangan dan ketentraman, hingga terbit waktu fajar. Dalam ayat lain, lailatul qodar disebut juga dengan lailatul mubarokah, malam yang penuh dengan keberkahan.

Secara psiko-religi-spiritual, orang yang mendapatkan Lailatul Qodar, tentu saja setelah melewati proses pelatihan diri (self Training) melalui puasa, shalat malam, membaca dan memaknai al Qur’an, mengaji dan mengkaji, merenung disertai wirid, dzikir dan istighfar (kontemplasi dan meditasi), berarti orang yang telah tertanam di dalam hati, fikiran dan jiwanya keyakinan, kepastian dan perhitungan hidup, untuk apa diciptakan, apa yang harus dilakukan selama hidup di dunia dan hendak kemana akhir tujuan hidupnya. Sehingga dalam menjalani hidup, orang tersebut akan lebih optimis, besar keyakinan, sabar, ikhlas dan tawakkal, tidak mudah putus asa dan menyerah, namun bertindak hati-hati, waspada, dan penuh perhitungan. Sehingga hidupnya akan berlimpah dengan keberkahan, kemurahan, kemudahan, kedamaian dan kebahagiaan. Mungkinkah kita termasuk golongan orang tersebut? Yaitu mereka yang telah menyerap dan menghimpun qadar Allah dalam dirinya, sehingga benar-benar merasakan hidup penuh dengan sensasi surgawi. Insya Allah, Andapun bisa, mengapa tidak?
Wallahu A'lam Bisshowwab....

Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

SHAUM RAMADHAN, SUGUHAN LANGIT DI BUMI FANA-1

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Rabu, 17 Juni 2015, 20.43 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Shaum Melangitkan Bumi,
Membumikan Langit

Kita bukan manusia yang mengalami pengalaman spiritual. 
Kita adalah makhluk spiritual  
yang mengalami pengalaman manusia. 
Teilhard de Chardin

Sahabat Mu’adz bin Jabbal r.a. berkata, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Ya Mu’adz, maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Ingin sekali ya Rasul, jawabku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Shaum (Puasa) adalah penangkal siksa neraka, sedangkan shodaqoh dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat mematikan api.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat Abu Hurairoh r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Allah azza wa jalla telah berfirman, seluruh amal manusia adalah miliknya, kecuali shaum (puasa). Puasa adalah milik-Ku, dan aku yang akan memberinya balasan khusus. Puasa adalah perisai neraka. Apabila salah seorang diantara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berbicara kotor dan keji. Apabila ada seseorang yang mencaci atau mengajak berkelahi, maka katakanlah: “Aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang diri Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, bau mulut orang puasa, lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak wangi. Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, yaitu saat berbuka dan saat bertemu dengan Allah SWT Tuhannya. (HR Bukhory dan Muslim).
Respons dan Apresiasi
Kesan apa yang didapatkan setiap bulan Ramadhan tiba? Mengapa ia selalu hadir di setiap tahun? Ada apa sebenarnya di balik Ramadhan ini? Kalau memang ia berkaitan dengan pembinaan keshalehan diri, adakah agenda atau program peningkatan dan pengembangan kualitas keimanan dan ketakwaan diri yang bisa dilakukan selama Ramadhan? Adakah target yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan? Ataukah sama sekali “blank” alias tidak punya agenda apapun? Bahagiakah atau merasa tersiksakah?

Ramadhan, tidak dapat dipungkiri, kehadirannya diapresiasi dengan ragam respons, persepsi dan apresiasi kaum muslimin dalam mensikapinya. Ada sebagian orang muslim, yang berbahagia penuh suka cita dalam menyambut dan menjalankannya. Senandung puji dan rasa syukur, mereka panjatkan, sebagai ungkapan rasa bahagia tiada terkira, karena mereka masih diberikan kesempatan untuk mereguk, menghirup dan menikmati kembali indahnya bulan suci Ramadhan. Inilah kelompok kaum muslimin maksimalis, yang telah banyak mendapatkan hikmah, keutamaan, keindahan dan pesona Ramadhan. Pertanda, bahwa kadar dan kualitas keimanan mereka sudah terbentuk dan tertanam kuat.

Namun tak sedikit pula, sebagian kaum muslimin yang merasa tersiksa dan setengah terpaksa menyambut dan menjalankannya. Uh, puasa lagi, puasa lagi. Cepat sekali datangnya puasa ini! Itulah ungkapan tanpa sadar, yang keluar dari mulut mereka, sebagai ekspresi ketidak ikhlasan dan ketidak ridloan datangnya bulan suci Ramadhan. Inilah kelompok kaum muslimin minimalis, yang beranggapan bahwa kehadiran bulan suci Ramadhan, hanyalah belenggu dan siksaan. Mereka sama sekali tidak mendapatkan apapun dari setiap hadirnya bulan Ramadhan. Sebagai pertanda, bahwa kadar dan kualitas keimanan mereka belum terbentuk dan tertanam kuat. Mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: kurangnya pengetahuan dan keilmuan tentang Ramadhan khususnya dan ajaran Islam pada umumnya, terlalu sibuk dan terikat dengan kesenangan dan kenikmatan duniawi, atau memang hidupnya tidak memiliki arah dan tujuan dan lain sebagainya.

Yang perlu dipertanyakan sekarang adalah, di kelompok manakah keberadaan kita, saat menyambut bulan suci Ramadhan ini? Apakah termasuk kelompok pertama ataukah masuk katagori kelompok kedua? Jika anda berada di kelompok pertama, berbahagia dan beryukurlah, pertanda rahmat, taufik, hidayat dan barakah Allah SWT telah masuk, mengalir, menyelusup dan bersemi di seluruh sel-sel syaraf, hati, fikiran, jiwa, perasaan dan seluruh metabolisme ragawi dan ruhani anda. Sebaliknya, bila anda masih termasuk katagori kedua, hati-hati dan waspadalah! Pertanda, masih jauhnya rahmat, taufik dan hidayat Allah SWT, sehingga barakah dan kebahagiaan tidak pernah muncul di hati dan seluruh kehidupan anda.

Apakah yang harus dilakukan, agar kita terhindar dan tidak termasuk kelompok kedua ini? Tiada lain tiada bukan, kita harus belajar dan berusaha mendapatkan pengetahuan, wawasan, hikmat dan pesona Ramadhan melalui kegiatan “ngelmu”, ngaji, membaca dan bergaul dengan orang-orang sholeh dan berilmu, yang dianggap bisa memberikan pencerahan dan cahaya hidup kepada Anda. Di mana dan kapan saja, asal ada kemauan dan usaha, pasti anda akan menemukannya. Salah satunya termasuk, menyimak dan menelaah makalah sederhana ini. Mudah-mudahan sedikit banyak membantu membuka hati, jiwa, perasaan dan nurani Anda, tentang dahsyat dan luar biasanya makna dan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang akan kita jalankan ini. Semoga ...

Ramadhan Bulan Pelatihan Diri (Self Training)
Ibadah puasa (shaum) merupakan salah satu rukun Islam, yang dianggap sebagai bagian dari proses pembinaan ruhani, spiritual dan keimanan seorang muslim, agar kadar dan kualitas keimanan ketakwaannya kepada Allah SWT, senantiasa terus menerus meningkat. Karena ia sebagai pembinaan, maka kehadiran dan kegiatannya akan terus senantiasa berulang setiap setahun sekali.

Di samping, shalat, syahadat, zakat dan haji, ibadah shaum (puasa) merupakan ibadah badaniyah sekaligus ruhaniyah, namun ibadah ini memiliki keistimewaan dibanding ibadah-ibadah yang lainnya. Dalam beberapa hadis qudsi dikatakan, setiap amal kebaikan akan dibalas Allah SWT sepuluh kali lipat, kecuali ibadah puasa. Ia hanyalah milikku, dan terserah kepadaku untuk membalasnya sesukaku. Inilah kelebihan bulan dan ibadah puasa Ramadhan dibanding ibadah-ibadah yang lainnya. Mengapa ibadah puasa ini memiliki keistimewaan dibanding ibadah-ibadah yang lainnya? Apa fungsi-fungsi yang dimiliki oleh ibadah puasa ini? Itulah barangkali ragam pertanyaan yang mungkin diajukan oleh orang yang merasa penasaran dengan keistimewaan yang ada di bulan puasa ini.

Di bawah ini akan diuraikan secara ringkas, beragam kelebihan ibadah shaum (puasa) dalam berbagai dimensi persepsi dan penafsiran. Yang satu dengan lainnya, memiliki keterkaitan dan jalinan yang sangat erat tidak bisa dipisah-pisahkan, antara lain dalam berbagai aspek sebagai berikut :

1. Aspek Religius Spiritual
2. Aspek Fisik Biologis
3. Aspek Psikologis
4. Aspek Sosiologis dan humanis
5. Aspek Ekonomis dan Ekologis
6. dan lain-lain

Aspek Religius Spiritual
Apa manfaat dan fungsi puasa bagi keagamaan dan kespiritualan seseorang? Apakah benar bahwa puasa bisa meningkatkan kualitas ruhani seseorang? Apakah benar puasa bisa menjadikan seseorang lebih sholeh dan selalu ingin berbuat baik? Mengapa kesholehan itu hanya terlihat di bulan Ramadhan saja, sementara 11 bulan kemudian, tidak berkembang? Mengapa hal itu bisa terjadi? Itulah barangkali ragam pertanyaan yang mungkin timbul sebagai respons terhadap fungsi shaum terhadap aspek ruhani/spiritual seseorang. Kenapa masih banyak orang Islam, yang tidak mau dan taat melaksanakan ibadah puasa ini? Apakah ibadah shaum ini begitu memberatkan, sehingga banyak orang muslim yang tidak kuat menjalankannya? Perintah ibadah puasa ini sangat berkaitan erat dengan keimanan. Ayat yang sudah dikenal umum tentang puasa adalah Qs. 2 (Al Baqoroh: 183) : “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian ibadah puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang bertakwa”

Bila memperhatikan ayat di atas, ada beberapa penjelasan yang bisa kita tangkap, yaitu : Pertama, jelas sekali, ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang meyakini sepenuh hati tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Sehingga, tidak ada keberatan bagi mereka untuk melaksanakan ibadah shaum ini, karena mereka sudah meyakini dan mempercayai, bahwa apa yang diperintahkan Allah SWT pasti ada manfaaat dan hikmat yang terkandung di dalamnya. Kedua, ibadah shaum (puasa) merupakan ibadah primitif turun temurun. Artinya tidak hanya untuk umat nabi Muhammad SAW saja, namun umat-umat nabi lain sebelumnyapun mendapatkan perintah yang sama. Ketiga, puasa bertujuan untuk membentuk dan melahirkan ketakwaan. Apa itu takwa? Secara sederhana, istilah takwa bisa diartikan kondisi mental ruhani spiritual seseorang yang terikat dan terkait dengan kesadaran akan asal muasal jati dirinya. Darimana ia berasal, untuk apa ia diciptakan dan hendak ke mana muara akhir kehidupannya. Istilah lain yang lebih sederhana, TAKWA bisa diartikan manajemen hidup berbasis Allah.

Apa saja fungsi ibadah puasa bagi kehidupan ruhani, religius atau spiritual seseorang? Di bawah ini akan diuraikan secara ringkas, berdasarkan pengalaman dan interpretasi pribadi tentang ibadah puasa yang dijalani, diantaranya adalah :

1. Reposisi Restrukturisasi Alam Ruhani dalam Diri. 
Dalam diri manusia sebenarnya ada elemen-elemen langit atau yang disebut dengan aspek ruhani. Dengan ibadah puasa, elemen ruhani ini dibangkitkan dan disuburkan kembali. Bahwa manusia ini sebenarnya adalah makhluk langit, makhluk surga, makhluk ruhani, yang bertanggung jawab atas perjanjian ruhaninya pada saat diciptakan, bahwa ia hanya mengakui Allah SWT sebagai Tuhan yang harus diabdi dan disembah. Dengan ibadah puasa, maka jiwa dan diri manusia disadarkan kembali, bahwa elemen penting dalam diri manusia yang memiliki keterkaitan dengan Allah SWT adalah aspek ruhani atau spiritualnya. Sehingga manusia kembali sadar dan tahu diri, dari mana dan hendak kemana ia akan pergi dan kembali. Ketika kesadaran ini tumbuh subur dan berkembang dalam diri manusia, maka ia akan memancarkan nilai-nilai baik dari dalam dirinya, dan akan memberikan manfaat kepada manusia lain yang ada di sekitarnya. Dengan tidak makan, minum dan bergaul suami isteri di siang hari, serta meninggalkan segala hal yang bersifat bumi, ternyata manusia bisa dan kuasa. Ia bisa menempatkan aspek duniawi benar-benar di bawah pijakan ruhani spiritualnya, dan ternyata ia bisa membebaskan diri dari ketergantungan terhadap bumi yang bersifat duniawi.

2. Ketakwaan Manusia bisa melebihi Malaikat. 
Apa yang menyebabkan malaikat disuruh sujud kepada Adam? Tiada lain tiada bukan, adalah kelebihan manusia dibanding malaikat adalah ilmu dan kemampuan mengembangkan dirinya menjadi manusia ruhani, padahal ia terikat kuat dengan elemen bumi. Sedangkan malaikat hanya tercipta dari cahaya, yang dibuat hanya untuk taat dan mengabdi pada Allah. Namun manusia tercipta dari dua unsur yang saling dorong mendorong dan mempengaruhi, yaitu ruhani yang berdimensi langit, nafsu yang berdimensi bumi. Ketika manusia mampu membebaskan dirinya dari ketergantungan kepada bumi, dan hanya satu yang ia munculkan yaitu ketinggian ruhani langit, maka itulah kualitas dan prestasi manusia, sehingga malaikat disuruh sujud hormat kepada manusia. Salah satu media yang bisa menjadikan manusia bisa melebihi malaikat adalah ibadah puasa.

3. Menjadikan dan Menghadirkan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan. 
Dengan ibadah puasa, maka jiwa dan ruhani manusia direstrukturisasi dan direkonstruksi kembali, bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Manusia tidak memiliki apapun, semuanya berasal dari Allah SWT, tubuh kasar yang kita gunakan, hati, batin dan akal fikiran yang kita manfaatkan, semuanya berasal dariNya. Manusia tak memiliki sedikitpun, semuanya adalah pemberian dari Nya. Manusia hanya diberikan hak guna pakai dan pemeliharaan. Suatu saat, semua yang kita miliki akan dikembalikan lagi kepada sang pemiliknya, yaitu Allah SWT. Inilah tujuan dari pelaksanaan ibadah puasa, yaitu mengembalikan kesadaran dan kesejatian diri manusia, bahwa semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya, dan di akhirat nanti, manusia akan dituntut dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT atas segala karunia, anugerah dan berbagai nikmat yang telah diberikan kepadanya. Oleh karenanya, tak pantas dan alangkah bodohnya manusia yang takabbur, sombong, adigung adiguna, menganggap bahwa apa yang ada pada dirinya adalah miliknya, kekayaan, kekuasaan, kehebatan, kepopuleran dan ragam assesories duniawiyah adalah kepunyaannya. Alangkah kasihan dan terhinanya manusia seperti itu. Karena sebenarnya, itu semua adalah titipan Allah SWT sang Pemilik Sejati kehidupan, dan semua akan dikembalikan kepadaNya, suka ataupun terpaksa, pasti akan kembali menuju kepadaNya. Inilah kesejatian Tauhid, Akidah dan Keyakinan kepada Allah SWT.
Bersambung....
Menjelang dan selama bulan Ramadhan 1436 H, YAYASAN WAKAF TARBIYATUN NISAA BOGOR, siap  kembali menampung, menghimpun dan menyalurkan INFAQ, SHADAQOH, ZAKAT, WAKAF Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Pemberian bisa dilakukan dengan cara: 
a. Transfer melalui rekening bank
b. Transfer melalui Pos Wesel
c. Diberikan langsung ke tempat kami
d. Atau petugas kami yang menghubungi
Teriring doa dari kami, mudah-mudahan kita masih diberikan keesempatan melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan, dalam keadaan sehat walafiyat, aman, tenang dan nyaman.  Dan semoga bentuk kebaikan yang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, akan menambah keberkahan nilai ibadah Shaum Ramadhan yang dijalankan, dan mendapat balasan Allah SWT dalam bentuk kemudahan, kemurahan dan keberlimpahan. Amin Ya Rabbal 'Alamin....
Selengkapnya »»»

LUKMAN ALHAKIM, PELOPOR KEBAJIKAN DAN KEBIJAKAN

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Rabu, 08 April 2015, 05.55 Kategori: - Komentar: 3 komentar

Walau banyak postingan sejenis, namun tidak ada salahnya untuk diangkat kembali, mengingat kisah-kisah kebaikan, apapun dan dari manapun, memberikan inspirasi mendalam dan kesadaran ruhani yang tajam, agar kita selalu bisa meniru dan melakukan hal yang sama. Salah satunya adalah kisah LUKMANUL HAKIM di bawah ini.

Selain Nabi dan Rasul, sejarah kemanusiaanpun mencatat orang-orang yang baik, mulia dan terhormat, bahkan kemuliaannya abadi sepanjang zaman. Salah satunya adalah Lukmanul Hakim. Namanyapun begitu terhormat, sehingga terukir indah dalam salah satu nama Surat  Al Qur'an. Lukman (Arab لقمان الحكيم, Lukman al-Hakim, Lukman Ahli Hikmah) adalah orang yang disebut dalam Al-Qur'an surah Lukman [32]:12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Lukman ialah Lukman bin Unaqa' bin Sadun. Sedangkan asal-usul Lukman, sebagian ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan, bahwa Lukman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Riwayat lain menyebutkan ia bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah, dan ada yang berpendapat dia berasal dari Sudan. Dan ada pula yang berpendapat, Lukman adalah seorang hakim di zaman nabi Dawud.- Sumber Wikipidia-net

Diantara sekian kisahnya yang paling menarik adalah tentang gunjingan orang-orang, saat melihat Lukman berjalan membawa se ekor keledai bersama puteranya. Inilah kisah selengkapnya. Mudah-mudahan menjadi inspirasi dan energi ruhani, agar kita selalu berusaha untuk menjadi orang baik, di manapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Lukman Hakim mengadakan perjalanan keluar kota bersama puteranya sambil menaiki se ekor keledai. Pada saat ia masuk ke dalam pasar, anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Lukman itu, sebagian orang pun berkata, 'Lihat itu orang tua yang tidak tahu rasa, dia enak-enak naik keledai, sementara anaknya dibiarkan berjalan kaki."

Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai,  Lukman pun turun dari keledainya itu, lalu diletakkan anaknya di atas keledainya. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat, orang tuanya berjalan kaki, sedangkan anaknya enak enakan menaiki keledai itu, sungguh kurang ajar anak itu."

Mendengar kata-kata itu, Lukman pun terus naik ke atas atas keledai itu bersama-sama dengan anaknya. Orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu, dua orang menaiki seekor keledai, sungguh tidak punya rasa kasihan, menyiksa keledai itu."

Lagi-lagi karena ucapan orang-orang itu,  maka Lukman dan anaknya turun dan menuntun keledainya di belakang. Namun tak lama kemudian, terdengar lagi suara orang berkata, "Sungguh dua orang aneh berjalan kaki, padahal mereka membawa se ekor keledai, kenapa tidak dikendarai saja."

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Lukman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan celoteh  mereka, katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal, tiadalah dia mengambil pertimbangan, melainkan hanya kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap masalah."

Kemudian Lukman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, iaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya."

Inilah, Nasihat-nasihat Lukmanul Hakim
  1. Wahai anakku, elakkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu akan menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
  2. Wahai anakku, sekiranya ibubapa mu marah kepadamu kerana kesilapan yang telah kamu lakukan, maka kemarahan ibubapamu adalah seperti baja untuk menyuburkan tanam tanaman.
  3. Wahai anakku, jika kamu mahu mencari kawan sejati, maka ujilah dia terlebih dahulu dengan berpura pura membuatkan dia marah padamu. Sekiranya dalam kemarahan itu dia masih mahu menasihati dan menginsafkan kamu, maka bolehlah kamu mengambil dia sebagai kawan. Jika berlaku sebaliknya maka berwaspadalah kamu terhadapnya.
  4. Wahai anakku, bila kamu mempunyai teman karib, maka jadikanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Sebaliknya biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.
  5. Wahai anakku, jagalah dirimu supaya tidak terlalu condong kepada dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana kamu diciptakan Allah bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunia.
  6. Wahai anakku, janganlah kamu ketawa jika tiada sesuatu yang menggelikan, janganlah kamu berjalan tanpa tujuan yang pasti,  janganlah kamu bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu,  janganlah mensia siakan harta mu pada jalan maksiat.
  7. Wahai anakku, sesiapa yang bersifat penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada mengeluarkan perkataan yang sia-sia, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu dia akan menyesal kelak.
  8. Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang soleh dan berilmu. Bukalah pintu hati mu dan dengarkanlah segala nasihat dan tunjuk ajar darinya. Sesungguhnya nasihat dari mereka bagaikan mutiara hikmah yang bercahaya yang dapat menyuburkan hatimu seperti tanah kering lalu disirami hujan.
  9. Wahai anakku, sesungguhnya dunia ini bagaikan sebuah kapal yang belayar di lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Jika engkau ingin selamat, maka belayarlah dengan kapal yang bernama ‘taqwa’, isinya ialah ‘iman‘ dan layarnya adalah ‘tawakkal kepada Allah’.
  10. Wahai anakku, jika kamu mempunyai dua undangan majlis, iaitu majlis takziah kematian atau majlis perkahwinan, maka utamakanlah majlis kematian, kerana ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri majlis perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada keseronokan duniawi sahaja.
  11. Wahai anakku, janganlah kamu terus menelan apa sahaja yang kamu rasa manis janganlah terus meludah sahaja apa yang kamu rasa pahit, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kelemahan.
  12. Wahai anakku, janganlah kamu makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya adalah lebih baik jika bahagian dari yang kenyang itu diberikan kepada anjing sahaja.
  13. Wahai anakku, janganlah kamu menjadi lebih lemah dari seekor ayam jantan, kerana ia telah berkokok pada waktu pagi hari sedangkan kamu pada waktu itu masih terbaring di atas katilmu.
  14. Wahai anakku, jangan kamu melantik seseorang yang bodoh menjadi utusanmu. Jika tiada siapa yang lebih cerdas, pintar dan bijak maka sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.
  15. Wahai anakku, orang yang bersedia untuk mendengar nasihat dan bimbingan dari orang yang lebih alim, maka dia layak untuk mendapat penjagaan dari Allah tetapi bagi orang yang insaf setelah menerima teguran maka dia lebih layak untuk mendapat kemuliaan dari Allah.
  16. Wahai anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah, maka dia tawadduk kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada Allah.
  17. Wahai anakku, seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.
  18. Wahai anakku, kamu telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana kamu mempunyai jiran yang jahat.
  19. Wahai anakku, jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
  20. Wahai anakku, bukanlah satu kebaikan namanya bila mana kamu selalu mencari ilmu tetapi kamu tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.
  21. Wahai anakku, jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
  22. Wahai anakku, ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.
  23. Wahai anakku, apabila kamu menghampiri kediaman sesuatu kaum, ucaplah salam. Kemudian duduklah ditempat yang telah disediakan oleh mereka. Jangan mulakan perbualan sehingga mereka mulakannya. Sekiranya mereka suka berzikir maka sertailah mereka, jika sebaliknya maka jauhilah mereka dan sertailah kelompok lain.
  24. Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah, orang lain tidak akan tahu engkau takut kepada Allah s.w.t hanya untuk dihormati, sedangkan hatimu menyimpang daripada kebenaran.
  25. Wahai anakku, janganlah engkau terlalu menyayangi orang jahil kerana dia akan menganggap kamu bersetuju dengan perbuatannya. Janganlah engkau menghina sesuatu yang dibenci oleh orang bijaksana kerana dia akan terus meninggalkanmu.
  26. Wahai anakku, ketahuilah bahawa kekuasaan berada pada mulut orang-orang yang bijaksana. Mereka tidak berkata-kata melainkan dengan apa yang dikurniakan Allah s.w.t
  27. Wahai anakku, janganlah engkau menyesal kerana berdiam sahaja. Sesungguhnya percakapan itu berharga perak, sedangkan berdiam diri berharga emas.
  28. Wahai anakku, hindarilah dirimu daripada kejahatan, nescaya ia akan menjauhimu. Sesungguhnya kejahatan itu untuk sejahat-jahat makhluk.
  29. Wahai anakku, pilihlah majlis-majlis yang mengingati Allah, sertailah mereka, sekiranya engkau seorang yang berilmu engkau dapat memanfaatkan ilmumu. Sekiranya engkau seorang yang bodoh mereka akan mengajarmu. Allah akan merahmatimu dan juga mereka. Wahai anakku janganlah engkau menyertai majlis-majlis yang tidak mengingati Allah, sekiranya engkau seorang yang berilmu, engkau tidak dapat memanfaatkannya. Sekiranya engkau seorang yang bodoh, engkau akan bertambah bodoh. Allah akan murka kepadamu dan kepada mereka.
  30. Wahai anakku, janganlah engkau makan makanan yang tidak bersih. Bermesyuaratlah dalam urusanmu yang berbentuk ilmu.
  31. Wahai anakku, janganlah beriri hati dan tanding menandingi kerana ia meluaskan medan pertumpahan darah orang yang beriman. Pertumpahan darah dianggap oleh Allah sebagai pembunuhan, bukan kematian.
  32. Wahai anakku, sesungguhnya kebijaksaaan itu meletakkan orang miskin pada taraf raja-raja.
  33. Wahai anakku, hendaklah kamu ingat kebaikan orang dan lupa kejahatan orang. Dan hendaklah kamu lupa kebaikan kamu terhadap orang dan ingatlah kejahatan yang kamu lakukan kepada orang.
Referensi: dari berbagai sumber

Pengumuman
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Tarbiyatun Nisaa Bogor, Sekolah berbasis karakter, kesadaran Lingkungan dan Akhlak Islami. Membuka pendaftaran siswa/siswi baru T.A. 2015/2016, untuk tingkat: RA/TKQ - SDIT - SMP Full Day & Boarding School-TKQ/TPQ. Dibuka sejak bulan Januari s/d Juni 2015. Dan menerima pendaftaran mahasiswi baru program 1 tahun terampil PGTKQ (Pendidikan Guru TK. Al Qur'an). Dibuka sejak Maret s/d Juni  2015, Kuliah dimulai Bulan Juli  2015.
Selengkapnya »»»