TERUSLAH BERGERAK, DIAM BERARTI HANCUR

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Selasa, 06 Desember 2016, 20.14 Kategori: - Komentar: 0 komentar

BEKERJA, BERAMAL 
DAN BERGERAKLAH,
JANGAN BERHENTI

CALINCING PAGEUH KANCING,
CALINGCET PAGEUH IKET

قل يا قومى اعملوا على مكانتكم  إنى عامل فسوف تعلمون
 من تكون له عاقبة الدار إنه لا يفلح الظالمون
(الأنعام : 13) 

 “Katakanlah, wahai kaumku, bekerjalah kalian di tempat kalian, sesungguhnya Aku (Allah) juga bekerja.  Maka kalian akan mengetahui, siapakah diantara kita
 yang memperoleh hasil terbaik  di dunia ini.  
Sesungguhnya orang-orang dzalim itu tidak akan beruntung…”

Setiap manusia lahir, lahir pula Syaitan yang mengiringi. Selama dunia ini berputar, dan selama ada kehidupan,  manusia takkan berhenti bergumul melawan goda dan tipu muslihat syaithoni. Agar manusia selamat, Allah SWT, Tuhan Maha Kuasa dan Maha Pencipta segala, berikan petunjuk wahyu melalui para Nabi dan Rasul. Wahyu kebenaran yang terkemas dalam kitab suci,  dari sejak manusia tercipta sampai dunia kiamat, hanya satu, yaitu kebenaran Islam, yang berisi Tauhid (mengesakan Allah SWT dalam segala hal) dan mengingkari kekufuran, kemusyrikan dan kemunafikan. Dan Islam sejak awal lahir sebagai Rahmatan Lil 'Alamin, yang mampu memberikan kedamaian, ketentraman,  dan perlindungan kepada seluruh makhluk alam, termasuk manusia yang bukan pemeluk Islam.

Kebenaran datang dari Allah SWT, sedangkan kesesatan dan kekufuran berasal dari tipu muslihat Syaithan.  Keduanya tidak akan pernah akur beriringan apalagi bermesraan. Termasuk manusia sebagai penganutnya. Selama dunia berputar, peperangan antara Pegiat Kebenaran dan Pegiat Kebatilan, akan terus berlangsung, di manapun, kapanpun dan oleh siapapun. Pegiat kebenaran, didukung Allah SWT dan para malaikat, sedangkan pegiat kebatilan, akan bekerjasama dengan para syaithan. Ketahuilah, Pegiat kesesatan itu sebenarnya lemah, keropos dan rapuh, selama pegiat kebenaran, terus menerus bergerak menyuarakan dan mengamalkan kebenaran. Namun,  bila pegiat kebenaran mulai lengah, lemah dan lelah, apalagi sampai terpaku diam,  maka yang akan muncul ke permukaan, bahkan menjadi pemenang adalah pegiat kesesatan dan kebatilan.  



Istilah bergerak, bekerja, berbuat, aktif kreatif dan progresif dalam kebenaran, itulah yang disebut  dengan ‘amal sholeh. Islam adalah ajaran yang menganjurkan umatnya, selama masih hidup, untuk terus menerus bergerak, dinamis, aktif progresif dalam memegang, menyuarakan dan menyebarkan kebenaran. Tidak boleh lengah, lelah, letih, lalai apalagi diam. Sikap cuek, masa bodoh,  passif dan apatis berarti kehancuran, itu konskuensinya. Karena, syaithan sang Maha Kebatilan dan Kesesatan,  dengan segala konspirasi berikut para  pengikutnya, tidak akan pernah diam sedikitpun. Merekapun bergerak terus menerus tiada henti dalam kesesatan, kebencian, dendam, iri hati  dan kedzalimannya. 





Selama dunia berputar, pertarungan antara kubu kebenaran berikut para pemeluknya dengan kubu kesesatan berikut para pengikut setianya, tidak akan pernah berhenti, tak berjeda, dan takkan  pernah saling mengalah. Karena, Syaithan Sang Dekralator Kesesatan pernah berjanji di hadapan Allah SWT, saat dirinya sakit hati diusir dari surga, karena tidak mau sujud kepada nabi Adam as. Iapun  berhasil menggoda Adam as dan Siti Hawa, hingga keduanyapun sama terusir dari surga. 

Sebagai ekpresi dendam abadinya, Syaithan bertekad, dia akan terus menerus menggoda dan menyesatkan manusia, dari segala penjuru dan arah  atas, tengah, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang.  Bahkan semua keturunan Adam, kalau bisa disesatkan semua, tanpa mengenal status sosial, personal, komunal maupun aliansi, asal muasal keturunan, pangkat jabatan, kedudukan, kaya miskin, rakyat jelata atau penguasa, orang biasa, awam atau ilmuwan, atau orang ‘alim dianggap mulia, semua  tanpa terkecuali, akan digoda dan disesatkan dengan ragam cara, dari mulai bisikan lembut, halus, sampai kasar, dari kasat mata sampai wujud nyata. 


Pembantaian Muslim Rohingya







Tidak ada kamus  empati, simpati apalagi kasihan dalam mindset syaithan, yang ada adalah kebencian, hasad, iri dengki, sakit hati, dan dendam abadi. Demikian pula dengan para pemuja,  pengikut dan orang-orang yang disesatkannya. 


Pembantaian Muslim Bosnia Herzegovina






Salah besar bahkan takkan mungkin, kalau pegiat kebenaran, meminta belas kasihan, empati atau simpati kepada mereka, apalagi berdamai dan kerjasama,  karena, perasaan itu, tidak ada dalam hati mereka, yang telah diselewengkan dan disesatkan oleh hawa syaithoni. Bahkan kebencian yang tertanam dalam hati mereka terhadap pegiat kebenaran, itu lebih besar dan dahsyat, daripada apa yang terekspresikan dalam kata maupun perbuatan mereka. Perhatikan dan camkan QS. Al ‘Imron ayat 118-120.

يآءيها الذين أمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم
قد بدت البغضآء من أفواههم وما تخفى صدورهم أكبر
قد بينا الآيات إن كنتم تعقلون (118) هآأنتم أولآء تحبونهم ولا يحبونكم
 وتؤمنون بالكتاب كله وإذا لقوكم قالوآ أمنا وإذا خلوا عضوا عليكم الأنامل من الغيظ
قل موتوا بغيظكم إن الله عليم بذات الصدور (119) إن تمسسكم حسنة تسؤهم
وإن تصبكم سيئة يفرحوا بها وإن تصبروا وتتقوا لا يضركم كيدهم شيئا
 إن الله بما يعملون محيط (120)

“ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai teman dekat (akrab) kalian, mereka tidak henti-hentinya menyakiti kalian. Mereka menginginkan kehancuran kalian. Sungguh Nampak kebencian yang terungkap melalui mulut-mulut mereka, namun apa yang tersembunyi di dalam hati mereka, jauh lebih besar dan dahsyat. Sungguh kami jelaskan tanda-tanda ini, agar kalian berfikir (118).  Sungguh kalian mencintai mereka, tetapi mereka tak pernah sedikitpun mencintai kalian. Kalian beriman kepada semua kitab, sedangkan mereka tidak. Apabila mereka bertemu kalian, mereka berkata, “kami beriman”, namun bila mereka  berpisah, mereka menggigit jari-jari mereka, karena kebencian yang teramat. Katakanlah, matilah kalian bersama kebencian kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui setiap getaran hati (119).  Jika kalian ditimpa kebaikan, sungguh sesak gelisah hati mereka. Namun bila keburukan menimpa kalian, mereka bergembira suka cita. Jika kalian bersabar dan bertakwa, takkan memudaratkan sedikitpun tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Meliputi apa yang mereka lakukan…..”  (120).

Kekejaman Israel Yahudi sampai kini







Hanya satu yang tidak bisa disesatkan oleh Syaithan yaitu, orang-orang  yang Ikhlas. Siapakah orang yang Ikhlas itu? Yaitu orang-orang yang memegang teguh kebenaran, mengabdi berbakti hanya kepada Allah SWT, tanpa pamrih, di saat sunyi sepi maupun ramai, di saat sendirian maupun dalam kumpulan. Ia terus menerus bergerak dinamis, aktif progresif, tak ada kata lelah dan menyerah, tak bangga apalagi takabbur saat menerima sanjungan dan pujian, tak bergeming apalagi patah arang, saat bertubi-tubi datang fitnah, cobaan, issue, cacian, bahkan sampai dibunuh dihilangkan.  Sampai kapan? Sampai ajal maut menjemput, dan  kembali ke haribaan Allah SWT dengan penuh kebanggaan.








يآءيتها النفس المطمئنة إرجعى إلى ربك راضية مرضية
فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى (الفجر: 27-28) 

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke hadapan Allah Tuhanmu, dalam keadaan ridho dan diridhoi, masuklah ke dalam golongan hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu…”

Semoga kita semua, termasuk orang-orang yang Ikhlas dalam menetapi dan memegang teguh kebenaran, dan tetap membawa Iman dan Islam saat ajal menjelang, dan kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan Husnul Khotimah.

Wallahu a'lamu bisshowwab.
 
Selengkapnya »»»

ALHAMDULILAH, SUDAH TERCOR SEMUA

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Selasa, 29 November 2016, 11.30 Kategori: - Komentar: 2 komentar

M U L U S
Alhamdulilah, selesai sudah corisasi (Pengecoran) jalan di lingkungan Komplek Pesantren Tarbiyatun Nisaa Bogor denggan luas lebih kurang 530 m3. Sehingga berkesan lebih rapih, bersih, indah dan nyaman. Biaya pengecoran sampai dengan selesai Rp 37.500.000,- (tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah).

Darimana dana sebesar itu? Dana pengecoran berasal dari berbagai sumber, baik bantuan perorangan maupun lembaga. Dari para orangtua RA/TKQ, SDIT, SMP, ibu-ibu majelis ta'lim, donatur, dermawan dan simpatisan.











untuk itu, kami segenap pengurus Yayasan dan Pesantren Tarbiyatun Nisaa Bogor, menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas segala bantuan, doa dan dukungannya, mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan, dengan pembalasan yang berlipat ganda. Amin Ya Rabbal 'Alamin .....
Selengkapnya »»»

BERPACU DENGAN WAKTU

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Sabtu, 26 November 2016, 15.09 Kategori: - Komentar: 0 komentar

BERPACU DENGAN WAKTU

Pepatah Arab mengatakan,

الآتى قريب والماضى بعيد

Waktu yang akan datang sangatlah dekat,
Waktu yang terlewat, amatlah jauh


Waktu terus  berjalan ke depan, dan takkan mundur terulang, apalagi berputar ke belakang. Usia seseorang, hakikatnya bukan bertambah, melainkan berkurang. Dan ujungnya adalah kematian. Manusia adalah makhluk tiga dimensi, ia terikat oleh ruang, waktu dan bentuk. Selama ia hidup, maka selamanya ia terikat olehnya. Sebaik-baik manusia, dialah yang mengerti, memahami dan mampu memaknai waktu yang masih ada dan tersisa. Orang yang sukses dan bahagia, dialah yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sebaliknya orang yang rugi, dialah yang tidak pernah berubah, dan akhirnya tergerus oleh waktu yang tak pernah kompromi sedikitpun.

Setiap manusia, diberikan waktu hidup yang sama, 24 jam sehari semalam, tanpa ada yang dibeda-bedakan, ditambah atau dikurangkan. Setiap jam terdiri dari 60 menit, setiap menit 60 detik.   Kalau waktu diberikan sama, terus kira-kira apa yang membedakan orang sukses bahagia dan berhasil dengan orang yang gagal terpental? Jawabannya adalah mindset atau cara pandang terhadap waktu, pemanfaatan,  usaha dan kerja keras, pendidikan, pengasuhan orangtua, budaya, kebiasaan, ideology, pergaulan dan lain sebagainya.

Mindset sukses melahirkan kebiasaan, pekerjaan, usaha dan keseriusan menjalani proses untuk sukses dan berhasil. Sebaliknya, mindset gagal, lahirkan kebiasaan menunda-nunda, berleha-leha, asal-asalan, tidak semangat, tidak bergairah, ketidak seriusan dan ketidak sabaran untuk menjalani proses menuju sukses. Padahal waktu terus menerus berjalan, tidak berhenti, dia akan menggerus siapa saja, menyedot setiap orang, berputar, menggelinding terus menerus tanpa henti, sampai akhir kehidupan. Pilihan ada pada manusia, mau memanfaatkan waktu, atau waktu yang memakan hidupnya tanpa sisa. 

Kesempatan itu hanya datang satu kali, saat ini,  di dunia ini, saat masih hidup, selebihnya adalah sehat, ada kesempatan, otak fikiran masih jalan, raga masih kuat menyangga, ditambah suasana aman dan nyaman, dan lain sebagainya. Jadi tidak alasan untuk tidak sukses, kaya, bahagia, sejahtera, makmur dan sentosa. Focus sekarang adalah hidup untuk masa depan yang lebih baik. Kesempatan untuk menjadi orang berguna, bermanfaat, bernilai lebih dan sejahtera, tetap terbuka.  Jangan berikan kesempatan leha, malas, lemah, letih, lesu, keluh dan cepat menyerah, bersemayam di balik rasa, jiwa, sukma dan raga.


Karena, kalau orang sudah mati tiada, tidak ada lagi kesempatan kedua untuk melakukan apapun. Kalau dia orang sholehh dan baik, dia akan menyesali kenapa tidak maksimal dan sepenuhnya berbuat baik, sebaliknya, bila dia orang jahat, dholim dan sesat, maka selamanya, dia akan menyesali kesesatannya, tanpa bisa lagi kembali ke asal untuk memperbaiki atau bertaubat karenanya.  

Itulah prinsip hidup, lakukan saja, bergerak terus jangan diam. Sekali diam, maka akan dilindas dan digerus oleh waktu. Bergerak dan mengalirlah seperti air. Air yang mengalir, terasa menyegarkan, sebaliknya, air yang diam tergenang, akan bau membusuk dan bertabur penyakit.

Wallahu a'lam bishowab......
Selengkapnya »»»

LIVE IS SHORT

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - , 14.47 Kategori: - Komentar: 0 komentar

LIVE IS SHORT

Live is short, hidup ini terlalu singkat. Bila dihitung secara bumi, dunia atau alam fana, kelihatannya, hidup manusia itu lama. Namun, kalau dihitung secara ruhani, metafisis atau langit, hidup yang jalani manusia, hakikatnya sebentar.  Banyak sekali penjelasan di dalam Al Qur’an berkaitan perbedaan antara waktu dunia dengan waktu akhirat.  

Perbandingan waktu

"Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Allahh Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu." (Al-Hajj ayat 47)
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (As-Sajdah ayat 5)

Berdasarkan 2 ayat diatas, mari kita perkirakan perbandingan hari antara dunia dengan akhirat menggunakan hitungan matematika sederhana.

  • 1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
  • 1 tahun di dunia = 365 hari
  • 1 hari di akhirat = 365 x 1000 = 365.000 hari
Berarti satu hari di akhirat adalah 365 ribu hari di dunia.

Coba kita misalkan, jika 1 hari di akhirat juga ada 24 jam seperti di dunia.

  • 1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
  • 1 hari di dunia = 24 jam
  • 1 jam di akhirat = 1000/24 = 41,7 tahun
Maka setiap jam di akhirat adalah sama dengan 41,7 tahun di dunia.

Usia harapan hidup umat Nabi Muhammad adalah kurang lebih 60 tahun.
maka jika kita bandingkan waktu hidup di dunia dengan kehidupan akhirat.

  • 1 jam di akhirat = 41,7 tahun
  • 60 tahun/41,7 tahun = 1,4 jam
Maka kita hanya hidup di dunia selama 1,4 jam berdasarkan hitungan akhirat.

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Al-An’am ayat 32)
Oleh karenanya, alangkah ruginya manusia, kalau hidup di dunia, tidak memiliki arti, tidak diisi dengan amal kebaikan, prestasi hidup, berbagi, bermanfaat dan bermakna bagi sesamanya. Sebuah kesia-siaan, kalau hanya diisi dengan amalan-amalan tak berarti, apalagi dipenuhi dengan maksiat, sombong, takabur, kafir, dholim, mengingkari kebenaran, dan menganggap berita-berita tentang kebenaran Al Qur’an, adanya akhirat, surga, neraka, hisaban, adalah kebohongan semata-mata. Karena, pasti mereka akan mengalaminya.

Apapun, dimanapun, bagaimanapun dan siapapun, pasti kematian adalah akhir kehidupannya. Oleh karenanya, kalau kematian adalah ujung kehidupan, maka tidak ada alasan untuk menjadikan hidup dipenuhi dengan main-main, iseng-iseng, asal-asalan atau sekedarnya saja, melainkan hidup yang harus lebih bermakna, bermanfaat, berguna dan memperbanyak investasi amal ukhrowiyah, yang memang akan jadi andalan dan bekal hakiki saat kita menghadap ke haribaan Ilahi.  Sungguh merugilah orang yang menganggap, bahwa hidup di dunia hanyalah main-main dan tidak serius. Karena kematian, akhirat dengan segala ragam isinya, akan dimasuki dan dijelang oleh manusia, dan itu sudah pasti, tidak bisa diingkari oleh siapapun.

Mumpung Allah SWT masih memberi peluang dan kesempatan, yaitu hidup di dunia, saat ini, di sini, maka isilah dengan ragam amal kebaikan, yang akan menjadi investasi dan bekal di hari kemudian. Tidak ada kesempatan kedua, karena, tidak ada lagi kehidupan yang akan dikembalikan ke dunia ini, semua berproses menuju keabadian di akhirat sana. Sungguh malang, orang yang menganggap, bahwa akhirat hanyalah cerita, isapan jempol belaka, khayalan orang-orang yang tersingkir, tak berdaya, tak bisa menikmati dunia sepenuhnya. Pepatah mengatakan, bagi orang hidup, dunia ini nyata, dan akhirat hanyalah cerita. Namun bagi orang yang sudah mati, Akhirat adalah nyata, dan dunia hanyalah tinggal cerita.

Termasuk orang yang diberik hikmah, dialah orang yang diberi kesadaran tentang adanya kehidupan di akhirat sana. Sehingga, setiap saat dia selalu mempersiapkan dirinya, dengan amal-amal kebaikan, karena, dia tidak tahu, kapan, dimana, sedang apa, dan sama siapa, dia akan dijemput oleh Malaikat Izroil, sang Penjemput Maut, yang selalu mendatanginya 23x sehari semalam tak terlewat. Rasulullah SAW bersabda, “Aktsiruu Dzikrol Haadimil Ladzaat Al Maut…”  Perbanyaklah kalian mengingat penghilang dan pencabut kenikmatan, yaitu kematian.  

Bila kematian sudah datang, tak ada lagi kesempatan, penyesalanpun menjadi tak ada artinya, bahkan penyesalan tiada tara tak berujung tak berakhir. Jangankan orang jahat penuh maksiat, orang shaleh, baek, syuhada, muttaqien, merekapun akan menyesal, kenapa mereka tidak maksimal dalam berbuat kebaikan. Mereka yang baik saja menyesal, apalagi yang tidak ada prestasi kebaikan sedikitpun saat dia hidup di dunia. So, sadarlah, sebelum semuanya berakhir………..

referensi
dari berbagai sumber online

Selengkapnya »»»

NGECORPUN BERLANJUT

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Senin, 17 Oktober 2016, 12.42 Kategori: - Komentar: 0 komentar

BETONISASI JALANAN 
SEKITAR KOMPLEK PESANTREN
TAHAP 2

Alhamdulilah, berkat bantuan dari salah seorang dermawan dan simpatisan, kegiatan betonisasi jalan di sekitar Komplek Pesantren Tarbiyatun Nisaa Bogor, kembali berjalan, setelah lk. 5 bulan tertunda. Dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 15 s/d 16 Oktober 2016, saat kegiatan sekolah libur. Dibantu oleh siswa santri SMP Ahsana Tarbiyatun Nisaa, lk 500 meter kini sudah berbeton rapih.
















Untuk itu, kami sampaikan ucapan terima kasih, kepada para donatur, dermawan, hartawan dan simpatisan Pesantren, atas segala bantuan dan dukungannya, mudah-mudahan segala amal kebaikan yang telah diberikan diberikan,  mendapatkan balasan  yang setimpal di sisi Allah SWT. Amien Ya Robbal 'Alamin.....
Selengkapnya »»»