PELATIHAN DAI, IMAM DAN KHATIB

Diposkan oleh Tarbiyatun Nisaa - Rabu, 31 Desember 2014, 11.42 Kategori: - Komentar: 1 komentar

Dakwah merupakan bagian tak terpisah dari ajaran Islam. Oleh karenanya, Islam disebut sebagai agama dakwah. Dakwah secara genetis (bahasa) bermakna  mengajak, menyeru, menuntun, membina, membimbing dan memberi contoh atau tauladan.

Pengertian Dakwah
Dalam pengertian sosiologis integralistik dakwah merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang ditangani oleh para pengemban dakwah untuk mengubah sasaran dakwah agar bersedia masuk ke jalan Allah, dan secara bertahap menuju perikehidupan yang Islami. Dakwah itu adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar dan terencana.Usaha dakwah itu adalah untuk memperbaiki situasi yang lebih baik   dengan mengajak manusia untuk selalu ke jalan Allah SWT. Proses penyelengaraan itu adalah untuk mencapai tujuan yang  bahagia dan sejahtera, baik di dunia maupun akhirat.

 
 

Berbicara tentang dakwah adalah berbicara tentang komunikasi, karena komunikasi adalah kegiatan informatif, yakni agar orang lain mengerti, mengetahui dan kegiatan persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu faham atau keyakinan, melakukan suatu kegiatan atau perbuatan dan lain-lain. Keduanya (dakwah dan komunikasi)  merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan.   Akan tetapi komunikasi belum tentu dakwah, adapun yang membedakannya adalah terletak pada isi dan orientasi pada kegiatan dakwah dan kegiatan komunikasi. 



Islam menyebar dari daratan Arabia sampai Cordoba Eropa. Dari Asia sampai Australia. Demikian pula Islam berkembang subur di Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Dakwah sudah jadi kepribadian setiap muslim. Apapun profesinya, dimanapun dia berada, tugas dakwah merupakan bagian melekat dalam dirinya.




Tantangan Dakwah
Setiap zaman memiliki tantangan dan dinamika tersendiri. Demikian pula halnya dengan dakwah. Zaman Rasulullah SAW beserta para sahabat, tantangan terberat adalah mengenalkan Islam, Tauhid, Akidah dan Al Qur'an di tengah masyarakat Kafir Quraisy dan sekitarnya yang dipenuhi kemusyrikan, feodalisme dan penindasan.. Disiksa, dihina, diusir dan diperdaya, menjadi konskuensi tak terpisah dalam perjalanan dakwah generasi awal. Bahkan perangpun menjadi bagian yang mengisi peristiwa-peristiwa risalah sejarah dakwah. .



Tantangan Eksternal
Saat ini, tantangan Dakwah Islamiyah dihadapkan kepada dua tantangan besar, yaitu tantangan Eksternal dari luar Umat Islam dan Internal kalangan umat Islam sendiri.  Adapun tantangan internal dakwah zaman modern atau era gaul sekarang, ditandai dengan pesatnya perkembangan pengetahuan teknologi dan informasi, tentu saja memberikan tantangan sekaligus peluang.

Tantangan eksternal yang dihadapi umat Islam antara lain:

  1. Serangan berbagai cara yang dilakukan, baik halus sampai dengan kasar, terhadap ajaran dan umat Islam. Dari mulai pemikiran sampai peperangan.
  2. Serangan melalui media cetak maupun elektronik
  3. Stigma dan pencapan teroris ekstrimis yang terus menerus menyudutkan.
  4. Melalui Fashion (busana), Food (makanan) dan Fun (kesenangan)
Tantangan Internal
Adapun Tantangan Internal umat Islam yang muncul saat ini, antara lain:
  1. Makin merosotnya moral spiritual di kalangan remaja, dewasa dan orangtua
  2. Pergaulan bebas: free sex, free live, Peredaran Narkoba, kejahatan dll
  3. Hidup hedonis, komsumptif dan budaya permisifisme (cuek tak peduli)
  4. Makin marak dan berkembang suburnya aliran sesat di berbagai tempat
  5. Makin rendah dan menurunnya penghormatan terhadap sosok Kyai, Ustadz, Mualim atau para pegiat dakwah
  6. Mulai berkurangnya kader-kader da'i muda yang menjadi pelanjut estafeta dakwah Islamiyah di masa yang akan datang. 


Pelatihan Da'i, Imam dan Khatib Angkatan III
Itulah yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan Pelatihan Da'i, Imam dan Khatib oleh Yayasan Wakaf Tarbiyatun Nisaa, Angkatan III,  sebagai upaya penyelematan akidah islamiyah di kalangan umat Islam, teruttama untuk kalangan generasi muda, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kegiatan dilakukan selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 20-21 Desember 2014. Diikuti  50 orang peserta perwakilan dari pengurus Mesjid sekitar pesantren Tarbiyatun Nisaa.

Adapun pendanaan kegiatan ini murni berasal dari para donatur, simpatisan dan dermawan, yang selama ini selalu setia mendukung berbagai kegiatan pendidikan, sosial kemasyarakatan yang kami selenggarakan. Untuk itu, kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. H. MS. Ka'ban, M.Si
2. Prof. Dr. KH. Didin Hafidudin, M.S
3. Bapak H. Anas
4. Hj. Deswati Lubis
5. Dr. H. Gursida
6. Orangtua TK dan SDIT
7. H. Maman Daning
8. Hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya.

Mudah-mudahan segala bantuan dan pemberian yang telah disampaikan menjadi amal ibadah serta mendapatkan balasan yang setimpal. Amin Ya Rabbal 'Alamin ........:

1 komentar:

  1. Subhanallah tentu acara yang sangat bermanfaat, semoga dapat melahirkan kader dai yang militan dan siap membela umat..

    BalasHapus