TERUSLAH BERGERAK, DIAM BERARTI HANCUR

Diposting oleh Tarbiyatun Nisaa - Minggu, 01 Januari 2017, 20.53 Kategori: - Komentar: 0 komentar

BEKERJA, BERAMAL 
DAN BERGERAKLAH,
JANGAN BERHENTI

CALINCING PAGEUH KANCING,
CALINGCET PAGEUH IKET

قل يا قومى اعملوا على مكانتكم  إنى عامل فسوف تعلمون
 من تكون له عاقبة الدار إنه لا يفلح الظالمون
(الأنعام : 13) 

 “Katakanlah, wahai kaumku, bekerjalah kalian di tempat kalian, sesungguhnya Aku (Allah) juga bekerja.  Maka kalian akan mengetahui, siapakah diantara kita
 yang memperoleh hasil terbaik  di dunia ini.  
Sesungguhnya orang-orang dzalim itu tidak akan beruntung…”

Setiap manusia lahir, lahir pula Syaitan yang mengiringi. Selama dunia ini berputar, dan selama ada kehidupan,  manusia takkan berhenti bergumul melawan goda dan tipu muslihat syaithoni. Agar manusia selamat, Allah SWT, Tuhan Maha Kuasa dan Maha Pencipta segala, berikan petunjuk wahyu melalui para Nabi dan Rasul. Wahyu kebenaran yang terkemas dalam kitab suci,  dari sejak manusia tercipta sampai dunia kiamat, hanya satu, yaitu kebenaran Islam, yang berisi Tauhid (mengesakan Allah SWT dalam segala hal) dan mengingkari kekufuran, kemusyrikan dan kemunafikan. Dan Islam sejak awal lahir sebagai Rahmatan Lil 'Alamin, yang mampu memberikan kedamaian, ketentraman,  dan perlindungan kepada seluruh makhluk alam, termasuk manusia yang bukan pemeluk Islam.

Kebenaran datang dari Allah SWT, sedangkan kesesatan dan kekufuran berasal dari tipu muslihat Syaithan.  Keduanya tidak akan pernah akur beriringan apalagi bermesraan. Termasuk manusia sebagai penganutnya. Selama dunia berputar, peperangan antara Pegiat Kebenaran dan Pegiat Kebatilan, akan terus berlangsung, di manapun, kapanpun dan oleh siapapun. Pegiat kebenaran, didukung Allah SWT dan para malaikat, sedangkan pegiat kebatilan, akan bekerjasama dengan para syaithan. Ketahuilah, Pegiat kesesatan itu sebenarnya lemah, keropos dan rapuh, selama pegiat kebenaran, terus menerus bergerak menyuarakan dan mengamalkan kebenaran. Namun,  bila pegiat kebenaran mulai lengah, lemah dan lelah, apalagi sampai terpaku diam,  maka yang akan muncul ke permukaan, bahkan menjadi pemenang adalah pegiat kesesatan dan kebatilan.  



Istilah bergerak, bekerja, berbuat, aktif kreatif dan progresif dalam kebenaran, itulah yang disebut  dengan ‘amal sholeh. Islam adalah ajaran yang menganjurkan umatnya, selama masih hidup, untuk terus menerus bergerak, dinamis, aktif progresif dalam memegang, menyuarakan dan menyebarkan kebenaran. Tidak boleh lengah, lelah, letih, lalai apalagi diam. Sikap cuek, masa bodoh,  passif dan apatis berarti kehancuran, itu konskuensinya. Karena, syaithan sang Maha Kebatilan dan Kesesatan,  dengan segala konspirasi berikut para  pengikutnya, tidak akan pernah diam sedikitpun. Merekapun bergerak terus menerus tiada henti dalam kesesatan, kebencian, dendam, iri hati  dan kedzalimannya. 





Selama dunia berputar, pertarungan antara kubu kebenaran berikut para pemeluknya dengan kubu kesesatan berikut para pengikut setianya, tidak akan pernah berhenti, tak berjeda, dan takkan  pernah saling mengalah. Karena, Syaithan Sang Dekralator Kesesatan pernah berjanji di hadapan Allah SWT, saat dirinya sakit hati diusir dari surga, karena tidak mau sujud kepada nabi Adam as. Iapun  berhasil menggoda Adam as dan Siti Hawa, hingga keduanyapun sama terusir dari surga. 


Kekejaman PKI di Indonesia










Sebagai ekpresi dendam abadinya, Syaithan bertekad, dia akan terus menerus menggoda dan menyesatkan manusia, dari segala penjuru dan arah  atas, tengah, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang.  Bahkan semua keturunan Adam, kalau bisa disesatkan semua, tanpa mengenal status sosial, personal, komunal maupun aliansi, asal muasal keturunan, pangkat jabatan, kedudukan, kaya miskin, rakyat jelata atau penguasa, orang biasa, awam atau ilmuwan, atau orang ‘alim dianggap mulia, semua  tanpa terkecuali, akan digoda dan disesatkan dengan ragam cara, dari mulai bisikan lembut, halus, sampai kasar, dari kasat mata sampai wujud nyata. 


Pembantaian Muslim Rohingya







Tidak ada kamus  empati, simpati apalagi kasihan dalam mindset syaithan, yang ada adalah kebencian, hasad, iri dengki, sakit hati, dan dendam abadi. Demikian pula dengan para pemuja,  pengikut dan orang-orang yang disesatkannya. 


Pembantaian Muslim Bosnia Herzegovina






Salah besar bahkan takkan mungkin, kalau pegiat kebenaran, meminta belas kasihan, empati atau simpati kepada mereka, apalagi berdamai dan kerjasama,  karena, perasaan itu, tidak ada dalam hati mereka, yang telah diselewengkan dan disesatkan oleh hawa syaithoni. Bahkan kebencian yang tertanam dalam hati mereka terhadap pegiat kebenaran, itu lebih besar dan dahsyat, daripada apa yang terekspresikan dalam kata maupun perbuatan mereka. Perhatikan dan camkan QS. Al ‘Imron ayat 118-120.

يآءيها الذين أمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم
قد بدت البغضآء من أفواههم وما تخفى صدورهم أكبر
قد بينا الآيات إن كنتم تعقلون (118) هآأنتم أولآء تحبونهم ولا يحبونكم
 وتؤمنون بالكتاب كله وإذا لقوكم قالوآ أمنا وإذا خلوا عضوا عليكم الأنامل من الغيظ
قل موتوا بغيظكم إن الله عليم بذات الصدور (119) إن تمسسكم حسنة تسؤهم
وإن تصبكم سيئة يفرحوا بها وإن تصبروا وتتقوا لا يضركم كيدهم شيئا
 إن الله بما يعملون محيط (120)

“ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai teman dekat (akrab) kalian, mereka tidak henti-hentinya menyakiti kalian. Mereka menginginkan kehancuran kalian. Sungguh Nampak kebencian yang terungkap melalui mulut-mulut mereka, namun apa yang tersembunyi di dalam hati mereka, jauh lebih besar dan dahsyat. Sungguh kami jelaskan tanda-tanda ini, agar kalian berfikir (118).  Sungguh kalian mencintai mereka, tetapi mereka tak pernah sedikitpun mencintai kalian. Kalian beriman kepada semua kitab, sedangkan mereka tidak. Apabila mereka bertemu kalian, mereka berkata, “kami beriman”, namun bila mereka  berpisah, mereka menggigit jari-jari mereka, karena kebencian yang teramat. Katakanlah, matilah kalian bersama kebencian kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui setiap getaran hati (119).  Jika kalian ditimpa kebaikan, sungguh sesak gelisah hati mereka. Namun bila keburukan menimpa kalian, mereka bergembira suka cita. Jika kalian bersabar dan bertakwa, takkan memudaratkan sedikitpun tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Meliputi apa yang mereka lakukan…..”  (120).

Kekejaman Israel Yahudi sampai kini







Hanya satu yang tidak bisa disesatkan oleh Syaithan yaitu, orang-orang  yang Ikhlas. Siapakah orang yang Ikhlas itu? Yaitu orang-orang yang memegang teguh kebenaran, mengabdi berbakti hanya kepada Allah SWT, tanpa pamrih, di saat sunyi sepi maupun ramai, di saat sendirian maupun dalam kumpulan. Ia terus menerus bergerak dinamis, aktif progresif, tak ada kata lelah dan menyerah, tak bangga apalagi takabbur saat menerima sanjungan dan pujian, tak bergeming apalagi patah arang, saat bertubi-tubi datang fitnah, cobaan, issue, cacian, bahkan sampai dibunuh dihilangkan.  Sampai kapan? Sampai ajal maut menjemput, dan  kembali ke haribaan Allah SWT dengan penuh kebanggaan.








يآءيتها النفس المطمئنة إرجعى إلى ربك راضية مرضية
فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى (الفجر: 27-28) 

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke hadapan Allah Tuhanmu, dalam keadaan ridho dan diridhoi, masuklah ke dalam golongan hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu…”

Semoga kita semua, termasuk orang-orang yang Ikhlas dalam menetapi dan memegang teguh kebenaran, dan tetap membawa Iman dan Islam saat ajal menjelang, dan kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan Husnul Khotimah.

Wallahu a'lamu bisshowwab.
 
Pengumuman
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Tarbiyatun Nisaa Bogor, Sekolah berbasis karakter, kesadaran Lingkungan dan Akhlak Islami. Membuka pendaftaran siswa/siswi baru T.A. 2017/2018, untuk tingkat: RA/TKQ-SDIT-SMP-TKQ/TPQ. Dibuka sejak bulan Januari s/d Juni 2017. Dan menerima pendaftaran mahasiswi baru program 1 tahun terampil PGTKA (Pendidikan Guru TK. Al Qur'an). Dibuka sejak Maret s/d Juni  2017, Kuliah dimulai Bulan Juni  2017.

0 komentar

Posting Komentar